KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Program ini bukan sekadar pelatihan manajemen biasa. P3MD dirancang selama sembilan bulan penuh yang terbagi dalam tiga fase keras: tiga bulan pertama pembentukan karakter dan kedisiplinan, empat bulan berikutnya pembekalan strategi pengambilan keputusan di Danantara Corporate University, dan dua bulan terakhir magang di kementerian, lembaga pemerintah, serta perusahaan pelat merah.
Ketatnya penyaringan tergambar dari angka partisipasi. Total pendaftar mencapai 6.000 orang, namun hanya 400 yang lolos. Artinya, rasio seleksi mencapai 15 banding 1.
Salah satu peserta dari PT Bank Negara Indonesia (BNI), Zhirazzi Dimas Prasetyo, mengaku bangga bisa masuk dalam kelompok elit ini. "Proses seleksi P3MD berlangsung sangat ketat," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (25/5).
Ia menambahkan, pesan paling membekas dari pengarahan Prabowo adalah soal mental ideologi. Bukan sekadar kemampuan membaca laporan keuangan, para calon pemimpin BUMN ini dituntut memiliki komitmen pengabdian kepada negara.
Fokus utama P3MD, menurut desain program, adalah mencetak pemimpin dengan kapasitas intelektual dan kemampuan pengambilan keputusan. Ini berbeda dari program pengembangan SDM korporasi biasa yang lebih banyak menyoroti target bisnis jangka pendek.
Erlin Shofiana, peserta dari PT Pupuk Indonesia, mengaku antusias. Ia berharap program ini terus dikawal sampai menghasilkan output yang diharapkan Presiden. "Kita harap (program ini) terus dikawal sampai dengan output yang diharapkan oleh Bapak Presiden," tuturnya.
Peserta lain, Aizna Syachkalita dari PT Pupuk Kalimantan Timur, melihat program ini sebagai investasi jangka panjang untuk kemandirian bangsa. Menurutnya, pembangunan SDM unggul adalah fondasi yang tidak bisa ditawar lagi.
Keterlibatan Danantara sebagai mitra pengelola program menjadi sinyal tersendiri. Badan Pengelola Investasi itu tidak hanya menjadi sponsor, tetapi juga menjadi tuan rumah bagi fase pendidikan manajerial selama empat bulan.
Pemerintah ingin memastikan bahwa kader yang lahir dari P3MD tidak hanya paham tata kelola perusahaan, tetapi juga mampu mendorong transformasi BUMN di tengah persaingan global. Program ini adalah jawaban atas kebutuhan regenerasi kepemimpinan di perusahaan negara yang kerap dianggap lamban beradaptasi.
Dengan kurikulum yang mengkombinasikan kedisiplinan ala militer dan strategi bisnis modern, P3MD menjadi laboratorium bagi lahirnya wajah baru direksi BUMN dalam beberapa tahun ke depan.