KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — PT Pertamina Patra Niaga belum mengumumkan perubahan harga BBM nonsubsidi untuk akhir pekan ini. Artinya, harga yang berlaku di SPBU seluruh Indonesia masih mengacu pada kebijakan awal Mei lalu. Keputusan ini langsung berdampak pada kantong pengguna Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex di 38 provinsi.
Dari data yang dirilis Pertamina, Dexlite mencatat kenaikan paling signifikan dibanding produk nonsubsidi lain. Di Pulau Jawa dan Bali, harga satu liter Dexlite dipatok Rp 26.000. Namun, pengguna di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau harus merogoh kocek lebih dalam: Rp 27.150 per liter. Selisih Rp 1.150 ini terjadi karena komponen Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda di tiap daerah.
Produk unggulan lain juga tak luput dari penyesuaian. Pertamax Turbo dibanderol Rp 19.900 di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Angka ini naik tipis dibanding wilayah Sumatera yang menyentuh Rp 20.350 hingga Rp 20.750. Sementara Pertamina Dex, varian solar dengan performa tertinggi, mencapai Rp 29.100 di Riau dan Kepulauan Riau. Di DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamina Dex masih bertahan di Rp 27.900.
Kabar baik bagi pengguna di kawasan perdagangan bebas. Pertamina memberlakukan harga khusus untuk wilayah Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam. Meski detail angka per liternya tak dirilis dalam pengumuman kali ini, selisih harga di FTZ biasanya cukup signifikan karena bebas dari komponen pajak daerah. Pertamina mengimbau konsumen untuk mengecek stok di SPBU terdekat sebelum perjalanan jauh, terutama di daerah terpencil.
Berikut rincian harga untuk wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang berlaku saat ini:
Bagi pemilik kendaraan di luar wilayah tersebut, disarankan memantau aplikasi MyPertamina atau menghubungi call center resmi untuk informasi harga terkini. Pertamina belum memberikan sinyal kapan evaluasi harga berikutnya akan dilakukan.