TANJUNGPANDAN — Kunjungan Kepala KUA Tanjungpandan Wahyudi, S.I.E., M.M. didampingi penyuluh agama Islam Rudy Ermawan, Sundari, dan Usmawati itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Jamaah Majelis Taklim Amanah menyambut langsung rombongan di rumah Sri Wartati.
Wahyudi menyampaikan rasa syukur atas kehadiran jamaah yang tetap menjaga tradisi silaturahmi. Menurutnya, kemuliaan ilmu sangat erat kaitannya dengan silaturahmi.
Adab sebagai Fondasi Keberkahan Ilmu
Ilmu yang dipelajari akan lebih mudah membawa manfaat apabila disertai adab, kerendahan hati, dan hubungan baik dengan para pembimbing. Wahyudi menempatkan penghormatan kepada guru sebagai pangkal dari semua itu.
"Dengan momentum ini kita bisa selalu memperkuat ukhuwah, menjaga adab, dan memuliakan guru. Dari adab inilah keberkahan ilmu tumbuh, hati menjadi lembut, dan kehidupan mendapat cahaya kebermanfaatan," ungkap Wahyudi.
Penyuluh agama Islam Rudy Ermawan menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih kepada pembimbing yang selama ini istiqamah membina jamaah. Menurutnya, silaturahmi menjaga kekompakan majelis dan mempererat persaudaraan.
Doa dan Arahan Pimpinan Menentukan Keberhasilan Majelis
Rudy menuturkan, keberhasilan sebuah majelis taklim tidak terlepas dari doa dan arahan pimpinan. Kehadiran guru menjadi penuntun jamaah memahami agama dengan lebih baik.
"Kami datang membawa niat silaturahmi, serta berharap keberkahan ilmu terus menyertai langkah majelis ini. Kehadiran guru dalam hal ini kepala KUA Tanjungpandan adalah cahaya yang membimbing dalam memahami agama dengan lebih baik," ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah, doa bersama, dan kebersamaan antarjamaah. Bagi Majelis Taklim Amanah, kunjungan ini menegaskan bahwa memuliakan pemimpin bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari akhlak mulia yang menjaga keberlanjutan ilmu di tengah masyarakat.