Pencarian

Film Memburu Pemangsa Tayang 24 September, Angkat 20 Ribu Kasus Kekerasan Anak

Minggu, 04 Oktober 2026 • 15:51:31 WIB
Film Memburu Pemangsa Tayang 24 September, Angkat 20 Ribu Kasus Kekerasan Anak
Sutradara Umay Shahab memaparkan alasan pengangkatan isu kekerasan anak dalam konferensi pers film Memburu Pemangsa di XXI Epicentrum.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Film Memburu Pemangsa garapan sutradara Umay Shahab dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Sinemaku Pictures mengangkat kisah empat jurnalis perempuan yang memburu predator anak, berangkat dari data 20 ribu kasus kekerasan anak dan 12 ribu kasus kekerasan seksual anak sepanjang 2025. Isu sensitif ini dibalut genre horor, crime, dan action agar pesannya sampai tanpa terkesan mengeksploitasi korban.

Umay memaparkan alasan di balik pemilihan tema tersebut saat konferensi pers di XXI Epicentrum. Ia menyebut angka kekerasan terhadap anak terus bertambah setiap tahun, sehingga isu ini perlu dibawa ke medium film bioskop.

Sebelumnya, Umay lebih dikenal sebagai produser drama. Memburu Pemangsa menjadi langkahnya menyentuh wilayah sosial yang lebih gelap, dengan pendekatan genre yang jauh berbeda dari proyek-proyek sebelumnya.

Data yang Menggerakkan Umay Shahab

Umay menyebut data sebagai titik awal penggarapan cerita. Ia merujuk pada temuan yang ditampilkan dalam film soal tingginya kasus kekerasan anak di Indonesia.

"Bagaimana isu kekerasan terhadap anak itu marak sekali seperti yang tadi sudah dilihat datanya di film. Berdasarkan data yang dikumpulkan ada 20 ribu kasus kekerasan terhadap anak di 2025 dan 12 ribu kasus kekerasan seksual terhadap anak di tahun 2025, dan angkanya selalu bertambah setiap tahunnya gitu," jelas Umay.

Dari situ, ia ingin menegaskan satu hal: pelaku kekerasan anak digambarkan sebagai sosok yang kejamnya melampaui bayangan.

"Jadi di luar filmnya, di luar teknis yang ada di filmnya tapi yang lebih penting adalah kami di sini ingin menggambarkan bahwa pemangsa anak itu lebih iblis daripada iblis atau bahkan iblis saja minder gitu sama mereka," ungkap Umay.

Ia menambahkan, sebagai perwakilan generasi muda, timnya merasa isu ini penting untuk dibahas lewat film layar lebar.

"Aku rasa kayaknya perlu disampaikan dalam medium film bioskop gitu. Kita sebagai perwakilan dari generasi muda juga ngerasa kayaknya penting sekali untuk dibahas isu ini," tambahnya.

Mengapa Horor Dipilih untuk Isu Sensitif

Penulis skenario Rezy Junio menuturkan, pengemasan cerita dengan unsur horor demonologi melewati diskusi panjang. Baginya, horor adalah genre yang paling tepat untuk membahas persoalan berat.

"Berdasarkan apa yang aku percaya dan aku pelajari bahwa horor itu menjadi salah satu genre yang paling tepat untuk membahas isu-isu berat gitu," tutur Rezy.

Mengangkat kekerasan seksual pada anak bukan perkara mudah. Rezy menyebut tim melakukan riset dan asistensi ke pihak-pihak terkait selama proses penulisan agar cerita tidak jatuh jadi eksploitasi.

"Selama proses penulisannya kami melakukan riset dan asistensi ke pihak-pihak terkait agar cerita ini tidak sembarangan doang diangkat dan kekerasan eksploitatif gitu ya," ungkap Rezy.

Sinopsis: Empat Jurnalis Melawan Predator Anak

Memburu Pemangsa berpusat pada empat jurnalis perempuan dari Daily Wave News. Mereka menyelidiki rangkaian pembunuhan berantai yang menyasar anak-anak.

Karena pembunuhan dan mutilasi terus berulang, keempat jurnalis itu bekerja sama dengan kepolisian. Nyawa jadi taruhan saat mereka memburu pelaku.

Ketegangan meningkat ketika para pemburu mengetahui bahwa pelaku mutilasi bekerja sama dengan iblis untuk melancarkan aksinya. Elemen demonologi inilah yang menyatukan horor, crime, dan action dalam satu cerita.

Jadwal Tayang dan Langkah Sinemaku Pictures

Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang mulai 24 September 2026 di bioskop Indonesia. Tanggal itu dikonfirmasi langsung dalam konferensi pers di XXI Epicentrum.

Bagi Sinemaku Pictures, proyek ini memperluas lini produksi mereka dari drama ke film bergenre gelap dengan misi sosial. Pilihan mengangkat kekerasan anak mengikuti tren film Indonesia yang makin berani menyentuh isu nyata di sekitar penonton.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks