Ratusan pelaku UMKM yang mengikuti bazar Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026 di Sport Center Parit Tiga Toboali meraup total omzet Rp1,3 miliar selama empat hari penyelenggaraan. Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid menyebut capaian itu sebagai bukti perputaran ekonomi warga tumbuh ketika pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM digarap bersamaan. Pemerintah kabupaten berkomitmen menghadirkan lebih banyak kegiatan strategis yang memadukan promosi wisata dan penguatan usaha lokal.
TOBOALI — Bazar UMKM Kemilau Pesona Bangka Selatan 2026 yang berlangsung Rabu hingga Sabtu di Sport Center Parit Tiga Toboali mencatat total transaksi Rp1,3 miliar. Angka itu dihimpun dari penjualan produk kuliner, kerajinan, dan berbagai produk unggulan daerah yang dijajakan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid menyampaikan capaian tersebut di Toboali, Rabu. Menurut dia, omzet selama empat hari kegiatan menunjukkan event daerah tidak berhenti sebagai ruang promosi pariwisata dan budaya, tetapi juga membuka peluang warga meningkatkan aktivitas ekonomi.
Produk Lokal Jadi Penyumbang Utama Transaksi
Riza menilai perputaran uang selama bazar terjadi karena pengunjung tidak hanya menonton rangkaian acara. Mereka membeli produk UMKM, mencicipi kuliner lokal, memakai jasa warga setempat, hingga menginap di hotel dan akomodasi di Bangka Selatan.
"Selama empat hari kegiatan Kemilau Pesona Bangka Selatan kemarin (Rabu-Sabtu), omzet UMKM mencapai Rp1,3 miliar," kata Riza.
Dia menyebut capaian itu sebagai salah satu indikator bahwa ekonomi kerakyatan bisa tumbuh ketika pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM dikembangkan secara bersamaan. Pelaku usaha lokal juga mendapat ruang memperluas pemasaran dan berinteraksi langsung dengan pengunjung.
Pemkab Bangka Selatan Janji Lanjutkan Event Serupa
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menyatakan akan terus menghadirkan kegiatan strategis yang menggabungkan promosi pariwisata dengan penguatan UMKM. Riza berharap dampaknya tidak berhenti saat acara usai, melainkan berlanjut ke kunjungan wisata dan belanja produk lokal di luar periode event.
"Capaian omzet UMKM selama event menjadi salah satu indikator bahwa perputaran ekonomi masyarakat dapat tumbuh ketika pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM dikembangkan secara bersamaan," ujarnya.
Kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, Riza meminta mereka terus berinovasi dan memanfaatkan setiap event sebagai kesempatan memperkenalkan produk serta karya. Pemerintah kabupaten, katanya, berkomitmen mewujudkan kemajuan ekonomi kerakyatan di Negeri Beribu Pesona.
"Kepada seluruh pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, teruslah berinovasi, jangan takut untuk tampil, jangan takut untuk mencoba hal baru, dan manfaatkan setiap event sebagai kesempatan untuk memperkenalkan produk serta karya kita," ujarnya.