TOBOALI — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Bangka Selatan atau Basel memperkuat upaya pencegahan penyakit menular dengan menggelar pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau Konseling dan Tes Sukarela (KTS) di sejumlah titik rawan penularan.
Sebanyak 37 orang telah menjalani skrining kesehatan menggunakan rapid test dalam pelayanan lapangan tersebut. Sasaran utama kegiatan ini adalah populasi rentan yang beraktivitas di kawasan tempat hiburan malam dan lokalisasi di Toboali.
Pemeriksaan Rutin untuk Petakan Potensi Penularan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Bangka Selatan, Slamet Wahidin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini digelar secara berkala. Pemeriksaan tersebut tidak hanya bertujuan untuk deteksi dini, tetapi juga menjadi alat pemetaan potensi penyebaran penyakit menular di lapangan.
"Pemeriksaan dilakukan secara rutin sebagai langkah deteksi dini sekaligus pemetaan terhadap potensi penularan penyakit menular," kata Slamet.
Mengapa Skrining Menyasar Kawasan Hiburan Malam?
Pemilihan lokasi hiburan malam dan lokalisasi bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat mobilitas interaksi tinggi yang berisiko menjadi titik rantai penularan HIV dan IMS.
Dengan menjangkau kelompok ini secara langsung, petugas kesehatan berharap kasus dapat tertangani lebih awal sebelum menyebar ke komunitas yang lebih luas.
Deteksi Dini untuk Kendalikan Penyebaran
Skrining berbasis sukarela ini dirancang untuk memberikan layanan konseling dan tes tanpa stigma. Peserta yang terdeteksi positif nantinya akan dirujuk untuk mendapatkan perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Mekanisme ini menjadi kunci dalam rantai penanggulangan HIV, sebab semakin cepat seseorang mengetahui statusnya, semakin besar peluang menekan laju penularan di masyarakat basis.
Dinkes PPKB Basel menyatakan akan terus memperluas layanan serupa pada periode berikutnya dengan menyasar lokasi maupun kelompok berisiko lainnya di wilayah Bangka Selatan.