Pencarian

Efisiensi Biaya Dana Dorong Laba Bersih BRI Tembus Rp31,2 Triliun di Semester I 2026

Senin, 31 Agustus 2026 • 11:26:32 WIB
Efisiensi Biaya Dana Dorong Laba Bersih BRI Tembus Rp31,2 Triliun di Semester I 2026
Direktur Utama BRI Hery Gunardi memaparkan kinerja keuangan perseroan pada paparan publik di Kepulauan Bangka Belitung, Senin (31/8).

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp31,2 triliun pada triwulan II-2026, melonjak 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini diumumkan dalam paparan kinerja yang digelar Senin (31/8).

Manajemen menegaskan bahwa pertumbuhan ini bukan sekadar dari ekspansi kredit, melainkan buah dari perbaikan fundamental yang dijalankan lewat agenda bertajuk Repollution Reignite. Fokusnya pada penguatan modal, efisiensi biaya, dan manajemen risiko yang lebih ketat.

Biaya Dana Turun Signifikan, CIR Membaik

Penurunan biaya dana menjadi pendorong utama profitabilitas. Secara bank only, cost of fund (CoF) turun dari 3% pada triwulan II-2025 menjadi 2,4% pada triwulan II-2026.

Efisiensi ini berdampak langsung pada rasio operasional. Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9% menjadi 39,2%, mencerminkan pengelolaan beban yang lebih efektif dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

“Kombinasi antara funding yang lebih efisien, margin yang tetap kuat dan kualitas aset yang membaik pada akhirnya mulai meningkatkan kualitas return BRI,” ujar Direktur Utama BRI, Hery Gunardi dalam konferensi pers.

Kualitas Aset Terjaga, NPL dan CoC Turun

Perbaikan fundamental juga terlihat dari kualitas portofolio kredit. Rasio Non-Performing Loan (NPL) turun tipis dari 3% menjadi 2,9%, sementara Cost of Credit (CoC) berhasil ditekan dari 3,4% menjadi 3,1%.

Manajemen menekankan bahwa penekanan biaya kredit ini merupakan hasil dari perbaikan proses underwriting dan penagihan, bukan sekadar pengurangan eksposur risiko.

ROE Melonjak, ROA Kokoh di Level Tinggi

Dari sisi profitabilitas, Return on Equity (ROE) BRI melonjak dari 16,6% menjadi 18,8%. Sementara itu, Return on Assets (ROA) bertahan di level yang solid, yakni 2,7%.

Kenaikan ROE ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa perseroan mampu menghasilkan imbal hasil lebih baik dari ekuitas yang dimilikinya. Perpaduan antara margin bunga yang stabil, biaya dana murah, dan kualitas aset yang terkendali menjadi kunci kinerja tersebut.

Hery menambahkan bahwa pihaknya tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan ke depan, namun prinsip kehati-hatian dan prudential banking akan terus dijaga. “Disiplin pertumbuhan tetap kami jaga dan kami yakin, kami optimis ke depan,” tegasnya.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks