PANGKALPINANG — Sebanyak 84 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memadati area Erpeka Festival 2026 di Taman Merdeka, Pangkalpinang, pada Minggu. Mereka berjejer di stan kuliner hingga kerajinan, menawarkan produk kepada pengunjung yang terlihat memadati lokasi sejak pagi.
Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Babel, Noni Hidayat Arsani, mengatakan festival ini bukan sekadar pameran biasa. “Festival ini menjadi salah satu ajang mempertemukan produk lokal dengan masyarakat secara langsung,” ujarnya di sela kunjungan ke lokasi acara.
Selain pelaku usaha, 12 instansi pemerintah turut ambil bagian. Mereka membuka layanan konsultasi terkait perizinan, permodalan, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga pengemasan produk.
Layanan Instansi Pemerintah untuk Perkuat Usaha Lokal
Kehadiran instansi pemerintah di tengah keramaian festival menjadi daya tarik tersendiri. Pelaku UMKM tidak hanya bisa berjualan, tetapi juga mengurus dokumen usaha tanpa harus mendatangi kantor dinas.
Layanan yang disediakan mencakup aspek fundamental pengembangan usaha. Mulai dari legalitas, akses pembiayaan, hingga strategi pemasaran dan desain kemasan yang selama ini kerap menjadi kendala utama pelaku usaha kecil.
Antusiasme Warga dan Ragam Produk Lokal Babel
Noni mengamini tingginya minat masyarakat terhadap gelaran ini. Ia menilai animo pengunjung yang besar berdampak langsung pada perputaran uang di kalangan pedagang lokal.
“Alhamdulillah, pengunjung festival ini ramai. Ada banyak stan kuliner dan produk kerajinan. Ada makanan, aksesori, baju, semua lengkap,” kata Noni.
Dalam kunjungannya, Ketua Dekranasda beserta rombongan menyusuri stan demi stan. Ia terlihat membeli sejumlah makanan dan produk kerajinan yang dipasarkan para pelaku usaha, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk buatan anak daerah.
Fashion Show dan Lomba Mewarnai Meriahkan Panggung Hiburan
Erpeka Festival 2026 tidak hanya soal transaksi jual-beli. Rangkaian acara hiburan turut disiapkan untuk menarik lebih banyak pengunjung datang ke Taman Merdeka.
Fashion show dari desainer lokal menjadi salah satu daya tarik utama, menampilkan karya-karya berbahan wastra khas Bangka Belitung. Lomba mewarnai untuk anak tingkat TK dan SD se-Kota Pangkalpinang juga digelar untuk melibatkan keluarga.
Musisi lokal Bangka Belitung melengkapi suasana dengan penampilan di panggung utama. Kombinasi belanja, edukasi, dan hiburan ini diharapkan membuat warga betah berlama-lama di lokasi.
Noni mengajak masyarakat yang belum sempat datang untuk menyempatkan diri mampir. “Saya mengajak masyarakat, ayo datang ke acara festival ini. Rugi kalau tidak datang, karena momennya setahun sekali Erpeka Festival ini diadakan,” pungkasnya.