PANGKALPINANG — Proyek pengolahan sampah menjadi listrik di TPA Ketapang, Pangkalpinang, belum bisa dimulai meski investor sudah di depan mata. Pemerintah Kota Pangkalpinang masih menunggu lampu hijau dari PT PLN (Persero) terkait kuota pembelian listrik yang menjadi syarat utama realisasi investasi tersebut.
Investor Siap, tapi Terganjal Kuota Listrik PLN
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengatakan investor yang akan membangun fasilitas waste to energy telah menyatakan kesiapan untuk memulai proyek. Namun, pembangunan baru dapat dilaksanakan setelah kuota listrik dari PLN Pusat disetujui.
“Investor akan membangun waste to energy, jadi sampah diolah menjadi listrik. Tetapi mereka meminta kuota listrik dari PLN terlebih dahulu. Saat ini kami sudah mengajukan permohonan kuota itu ke PLN Pusat untuk Kota Pangkalpinang,” ujar Saparudin, Kamis (30/7/2026).
Apa Itu Proyek Waste to Energy di TPA Ketapang?
Proyek ini dirancang untuk mengolah sampah di TPA Ketapang menjadi energi listrik. Teknologi yang digunakan mengubah sampah kota menjadi bahan bakar untuk menghasilkan listrik yang nantinya dijual ke PLN. Jika terealisasi, proyek ini bisa menjadi solusi atas dua masalah sekaligus: gunungan sampah yang menumpuk dan kebutuhan pasokan listrik di Pangkalpinang.
Mengapa Kuota PLN Jadi Penentu?
Dalam skema kerja sama, investor membutuhkan jaminan bahwa listrik yang dihasilkan akan dibeli oleh PLN. Kuota pembelian dari PLN menjadi dasar kelayakan investasi. Tanpa kepastian ini, investor tidak bisa menghitung keekonomian proyek dan memulai pembangunan. Pemkot Pangkalpinang kini hanya bisa menunggu keputusan dari PLN Pusat.
Dampak Jika Proyek Terwujud
Jika proyek berjalan, TPA Ketapang tidak lagi sekadar tempat pembuangan akhir, melainkan pembangkit listrik. Sampah yang selama ini menjadi masalah lingkungan bisa diubah menjadi energi terbarukan. Warga Pangkalpinang juga berpotensi menikmati pasokan listrik tambahan dari sumber yang lebih ramah lingkungan.
Belum ada kepastian kapan PLN akan merespons permohonan kuota tersebut. Pemkot Pangkalpinang terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar proyek ini segera terealisasi.