PT TIMAH Serahkan Bantuan CSR Pengelolaan Sampah di Sungailiat, Dorong Warga Pilah dari Rumah

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Kamis, 05 November 2026 | 08:18:31 WIB
PT TIMAH menyerahkan bantuan CSR berupa sarana pengelolaan sampah terpilah di Sungailiat, Rabu (4/11/2026).

SUNGAILIAT — Sarana yang diserahkan meliputi drop box sampah terpilah, komposter aerob, alat pres botol dan kaleng, serta set display untuk alat pres dan drop box tersebut. Peluncuran kampung pilah sampah berlangsung di Terminal Bayangan, Sungailiat, Rabu (4/11/2026), dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan masyarakat setempat.

Selain ke RT 004, PT TIMAH menyalurkan bantuan CSR kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rumah Kompos Matras. Dukungan itu diarahkan untuk memperkuat program pengelolaan persampahan melalui inovasi SI-KOMPOS.

Sampah Dinilai Punya Nilai Ekonomi Jika Dikelola Benar

Persoalan sampah tidak lagi dipandang semata sebagai beban lingkungan. Jika dikelola dengan baik, sampah dinilai menyimpan potensi ekonomi yang bisa dimanfaatkan warga.

Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Ekonomi, Dian Firmandi, menyebut GEMPITA MAS sebagai upaya bersama mengatasi persoalan persampahan di Kabupaten Bangka. Fokusnya adalah pengurangan sampah dari sumbernya.

Dian mengajak warga membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah. Sampah organik diolah secara sederhana, sedangkan sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi disalurkan lewat program Sedekah Sampah atau jejaring pemanfaatan lain.

"Pemerintah Kabupaten Bangka berharap gerakan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih bersih dan sehat," katanya.

Prinsip Pilah, Olah, dan Jual Jadi Pegangan Warga

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra, menyatakan GEMPITA MAS mengajak masyarakat menerapkan prinsip pilah, olah, dan jual. Tiga langkah itu menjadi pegangan dalam mengelola sampah rumah tangga.

Boy mengapresiasi dukungan PT TIMAH yang membantu penyediaan sarana pengelolaan sampah. Menurutnya, keterlibatan warga memilah dan mengolah sampah dari rumah menjadi langkah penting untuk menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

"Semoga program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat berjalan secara berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lainnya di Kabupaten Bangka," harapnya.

Selama Ini Sampah Baru Ditangani Setelah Mencemari Lingkungan

Ketua RT 004 Lingkungan Cokro, Rizal, menilai penanganan sampah selama ini masih cenderung berfokus pada pembersihan setelah sampah mencemari lingkungan. Pola itu dinilai belum menyentuh akar masalah.

Menurut Rizal, persoalan sampah perlu diselesaikan sejak dari sumbernya. Kesadaran memilah di tingkat rumah tangga menjadi kunci agar sampah tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir.

Gerakan GEMPITA MAS menyasar perubahan kebiasaan warga di tingkat lingkungan. Pendekatan dari rumah ke rumah diharapkan membuat pemilahan sampah menjadi rutinitas, bukan kegiatan sesaat.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: ayobangka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top