PANGKALPINANG — Deflasi bulanan Oktober 2026 membalikkan kondisi September yang masih mencatat inflasi 0,81 persen (mtm). Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penekan utama, terutama setelah harga daging ayam ras mulai turun usai beberapa bulan menanjak.
Harga ikan kerisi dan ikan selar ikut melemah seiring cuaca yang mulai kondusif. Dua komoditas itu memberi sumbangan besar terhadap pergerakan harga pangan di wilayah kepulauan.
Secara spasial, Tanjungpandan mencatat deflasi terdalam 1,31 persen (mtm). Kota Pangkalpinang menyusul dengan deflasi 0,55 persen, lalu Kabupaten Belitung Timur 0,27 persen.
Kabupaten Bangka Barat bergerak berlawanan dengan inflasi 0,33 persen (mtm). Perbedaan arah ini menunjukkan tekanan harga antarwilayah belum seragam.
Meski bulanan mereda, inflasi tahunan kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap 4,70 persen (yoy). Kenaikan harga beras dan cabai rawit dipengaruhi dampak El Nino berkepanjangan.
Kelompok transportasi mencatat inflasi lebih tinggi, 5,27 persen (yoy). Pemicunya kenaikan tarif angkutan udara setelah penyesuaian batas maksimal biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) kelas ekonomi penerbangan domestik hingga 40 persen.
Bank Indonesia memfasilitasi distribusi beras premium 2.500 kilogram untuk Pemkab Belitung Timur melalui Perum Bulog Cabang Belitung. Fasilitasi serupa diberikan kepada Pemkab Bangka Tengah sebanyak 3.200 kilogram lewat Perum Bulog Cabang Bangka.
Petani bawang merah se-Bangka Belitung juga mendapat pelatihan dan bimbingan teknis dari PT Sinergi Brebes Inovatif. Program itu menyasar penguatan budidaya dan pengolahan bawang merah dari hulu hingga hilir.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menyatakan pihaknya terus mendorong implementasi program pengendalian inflasi di tiap daerah.
"BI terus mendorong dan mendukung implementasi program pengendalian inflasi di masing-masing daerah," kata Rommy.
Langkah tersebut mengikuti arahan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung agar TPID memperkuat peran menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga. Strategi yang dipakai adalah 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Rommy mengingatkan tantangan pengendalian inflasi ke depan masih besar. Ketidakpastian ekonomi global, kondisi geopolitik, perubahan iklim, dan lonjakan kebutuhan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional serta liburan akhir tahun menjadi sumber risiko.
TPID bersama seluruh pihak terkait diminta memperkuat koordinasi untuk memastikan kecukupan pasokan pangan, kelancaran rantai pasok, dan distribusi. Targetnya inflasi Bangka Belitung tetap terkendali sesuai sasaran nasional.
Program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) menjadi salah satu instrumen yang dijalankan BI bersama pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.