Suroso Isnandar Resmi Pimpin PLN, Ini Bekal Teknis dan Rekam Jejaknya

Penulis: Syahrul Karim  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:21:31 WIB
Suroso Isnandar resmi menjabat Direktur Utama PT PLN (Persero) melalui RUPSLB pada Rabu (14/10/2026).

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Suroso Isnandar resmi menjabat Direktur Utama PT PLN (Persero) setelah ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (14/10/2026), menggantikan Darmawan Prasodjo. Pria kelahiran Klaten, 12 Agustus 1971, itu naik ke kursi nomor satu PLN setelah sebelumnya mengemban amanah sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Penunjukan Suroso menjadi penentu arah transformasi perusahaan listrik negara di tengah tuntutan keandalan pasokan dan transisi energi bersih.

Paragraf pembuka: Rotasi pucuk pimpinan PLN kali ini menempatkan sosok dengan rekam jejak panjang di sisi teknis operasional, bukan sekadar figur manajerial. Suroso menghabiskan sebagian besar kariernya di lini pembangkitan, penyaluran, hingga pengelolaan sistem tenaga listrik. Kombinasi pengalaman lapangan dan transformasi digital itu disebut menjadi pertimbangan utama pemegang saham dalam menetapkan dirinya.

Bekal Pendidikan Teknik Elektro

Latar belakang akademik Suroso dibangun di jalur teknik elektro dan sistem tenaga listrik. Ia menuntaskan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994 dengan bidang studi Power System Engineering.

Lima tahun berselang, Suroso meraih gelar Master of Science di bidang Power System Engineering and Management dari University of Abertay. Pada 2025, ia menyelesaikan pendidikan doktor di bidang Teknik Elektro di ITB.

Selain jalur formal, Suroso memegang sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP) yang berkaitan dengan kompetensi tata kelola dan manajemen risiko. Sertifikasi itu relevan mengingat PLN mengelola infrastruktur bernilai triliunan rupiah dengan risiko operasional yang kompleks.

Jejak Karier dari Sulawesi hingga Jawa-Bali

Perjalanan Suroso di PLN tidak dimulai dari kantor pusat. Pada 2019–2021, ia menjabat General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi. Posisi itu menempatkannya berhadapan langsung dengan persoalan pasokan listrik di kawasan dengan karakter geografis menantang.

Setelah itu, pada 2021–2022, ia memimpin PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali. Unit ini mengatur salah satu sistem kelistrikan terbesar di Indonesia, yang menopang sebagian besar aktivitas ekonomi nasional.

Kepercayaan berlanjut ketika Suroso ditunjuk sebagai Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PLN Kantor Pusat untuk periode 2022–2023. Di posisi itu, ia menangani pengelolaan infrastruktur kelistrikan sekaligus agenda transformasi digital perusahaan.

Sebelum menduduki kursi Direktur Utama, Suroso menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Portofolio tersebut membuatnya akrab dengan agenda pengembangan pembangkit bersih yang menjadi arah kebijakan energi nasional.

Agenda yang Menanti di Kursi Direktur Utama

Penetapan Suroso disebut sebagai bagian dari estafet kepemimpinan untuk melanjutkan agenda transformasi PLN. Prioritas yang disebut mencakup penguatan keandalan sistem, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pengembangan energi baru terbarukan, dan peningkatan layanan pelanggan.

PLN juga menyampaikan apresiasi kepada Darmawan Prasodjo atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengawal transformasi perusahaan selama ini. Di bawah kepemimpinan Suroso, PLN akan melanjutkan program strategis untuk menyediakan listrik yang andal, terjangkau, berkualitas, dan semakin bersih.

Bagi pelanggan rumah tangga maupun dunia usaha, arah kepemimpinan baru ini akan terasa pada dua hal: kecepatan penanganan gangguan pasokan dan laju penambahan kapasitas pembangkit hijau. Keduanya menjadi indikator yang biasa dicermati investor dan pelaku industri energi.

Penutup: Suroso mewarisi perusahaan dengan beban ganda, menjaga pasokan tetap murah sekaligus mengejar target bauran energi bersih. Rekam jejaknya di pembangkitan dan sistem digital menjadi modal awal, tetapi ujian sesungguhnya baru dimulai setelah RUPSLB menutup rapat.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top