JAKARTA — Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi menjadi penanda perluasan lembaga pendidikan yang sejak awal dirancang menjaring anak berprestasi dari seluruh Indonesia. Prabowo menyampaikan hal itu di hadapan para siswa, guru, dan pamong dalam acara yang rekaman videonya disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Prabowo, sekolah tersebut lahir dari gagasan mencari tunas-tunas pemimpin yang baik. Anak-anak terpintar dari semua golongan, suku, ras, dan agama menjadi sasaran penjaringan sejak awal.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut sejumlah nama lulusan SMA Taruna Nusantara yang kini menjabat di pemerintahan. "Sudah ada menteri koordinator, sudah ada berapa? Ada dua menko, sudah ada jenderal, sudah ada Mensesneg, sudah ada Seskab, Kepala BMKG, Kepala BNPB juga lulusan TN, Kepala Badan Gizi Nasional TN. Mungkin di kabinet banyak sekali TN yang mulai muncul," katanya.
Pejabat yang dimaksud antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono. Ada pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dari jajaran lembaga, Prabowo menyebut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi, dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
Prabowo menekankan bahwa pemimpin unggul tidak cukup bermodal kecerdasan akademik. Kualitas fisik, jiwa, dan hati yang baik sama pentingnya.
"Orang pintar tapi hatinya jahat sangat berbahaya. Yang terjadi adalah penderitaan, ketidakadilan, bencana," ujarnya.
Pesan itu ia sampaikan sebagai pengingat bahwa pendidikan karakter menyatu dengan pembinaan akademik. Nilai kebangsaan, Pancasila, patriotisme, dan persatuan diminta menjadi landasan para siswa dalam menempuh pendidikan dan mengabdi kepada negara.
SMA Taruna Nusantara kini memiliki kampus di Magelang, Malang, Cimahi, Pagar Alam, Minahasa, dan Ibu Kota Nusantara. Penambahan Kampus Cimahi memperluas jangkauan sekolah yang semula berpusat di Magelang.
Prabowo menyatakan pendidikan merupakan kunci utama pembangunan bangsa. Karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia unggul di berbagai bidang, dan SMA Taruna Nusantara disiapkan sebagai salah satu lembaga pencetaknya.
Kepada para siswa, guru, dan pamong, Presiden berpesan agar nilai kebangsaan serta integritas menjadi bekal berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. "Tanamkan terus nilai patriotisme integritas daripada ratusan orang pintar, berilah kepada negara pemuda-pemudi yang jujur, yang bersih hatinya, yang penuh cinta tanah air, baru kita berhasil sebagai bangsa dan negara," katanya.