PLN Raih Penghargaan Danantara, Listrik Pulau Rengit Kini 24 Jam

Penulis: Syahrul Karim  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:22:31 WIB
Petugas PLN memeriksa jaringan listrik di Pulau Rengit, Bangka Belitung, yang kini melayani warga selama 24 jam.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — PT PLN (Persero) meraih penghargaan di ajang Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 pada 26-28 Oktober 2026 berkat dua proyek inovasi energi bersih. Penghargaan itu salah satunya diberikan atas keberhasilan PLN menghadirkan layanan listrik 24 jam di Pulau Rengit, yang sebelumnya hanya menikmati listrik sekitar 12 jam per hari.

Penilaian DTIIF 2026 mencakup dua inisiatif PLN: Green Hydrogen Hub milik PLN Puslitbang dan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit. Keduanya dinilai mampu menjembatani riset ketenagalistrikan dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Bagi warga Pulau Rengit, perubahan durasi layanan listrik bukan sekadar angka. Sebelum teknologi GEET diterapkan, aliran listrik di pulau tersebut hanya menyala sekitar setengah hari. Kini, jaringan energi bersih yang terintegrasi membuat listrik tersedia penuh sepanjang hari.

Dari 12 Jam Menjadi 24 Jam

GEET Pulau Rengit dirancang khusus untuk menjawab tantangan penyediaan listrik di wilayah kepulauan. Kondisi geografis yang sulit dan infrastruktur kelistrikan yang terbatas menjadi hambatan utama yang coba diatasi lewat integrasi teknologi energi bersih.

Hasilnya, masyarakat Pulau Rengit kini menikmati listrik 24 jam setiap hari. Perluasan akses energi ini disebut menjadi capaian penting dalam pemerataan layanan listrik di daerah terpencil.

Ketersediaan listrik sepanjang hari membuka ruang bagi warga untuk mengembangkan kegiatan produktif. Usaha rumahan, pengolahan hasil laut, hingga aktivitas ekonomi lain bisa berjalan lebih lama tanpa terhenti oleh pemadaman.

Riset Hidrogen PLN Puslitbang Ikut Dinilai

Selain GEET, penghargaan DTIIF 2026 juga mempertimbangkan Green Hydrogen Hub yang dikembangkan PLN Puslitbang. Fasilitas laboratorium ini menjadi bagian dari pengembangan kapabilitas teknologi hidrogen, termasuk untuk penelitian, pengujian, dan pengembangan solusi energi rendah karbon.

Keberadaan laboratorium tersebut memperkuat peran PLN Puslitbang dalam membangun ekosistem riset hidrogen nasional. Kesiapan teknologi hidrogen dinilai krusial untuk mendukung transformasi energi di Indonesia ke depan.

Dua proyek yang dinilai di DTIIF 2026 memperlihatkan arah kerja PLN: inovasi tidak berhenti di tahap penelitian atau prototipe, tetapi didorong hingga bisa diterapkan dan memberi manfaat langsung.

Arti Penting bagi Warga Kepulauan

Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, listrik 24 jam mengubah pola hidup sehari-hari. Anak-anak bisa belajar lebih lama di malam hari, sementara pelaku usaha kecil punya jam operasional lebih panjang.

Keberhasilan GEET Pulau Rengit menjadi contoh bagaimana riset ketenagalistrikan dapat menjawab kebutuhan energi masyarakat. Model serupa berpeluang direplikasi di pulau-pulau lain dengan tantangan geografis serupa.

Penghargaan dari Danantara ini menempatkan PLN sebagai salah satu BUMN yang dinilai mampu mengonversi investasi riset menjadi layanan publik yang terasa dampaknya. Bagi investor dan pelaku pasar, capaian ini menjadi sinyal bahwa agenda transisi energi PLN berjalan di dua jalur sekaligus: pengembangan teknologi rendah karbon dan pemerataan akses listrik.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top