KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Aamir Khan mengungkap naskah sekuel 3 Idiots tengah ditulis sutradara Rajkumar Hirani, sekitar 17 tahun setelah film pertamanya tayang perdana pada 2009. Kabar itu disampaikan aktor berusia 61 tahun tersebut di sela Singapore International Film Festival di Marina Bay Sands, 22 Oktober. Khan menyebut draf final skenario akan ia terima begitu pulang ke Mumbai dalam beberapa pekan mendatang.
Bagi penggemar film Bollywood, kabar kelanjutan 3 Idiots jelas bukan isapan jempol. Aamir Khan sendiri yang membocorkannya di hadapan penonton festival, bukan lewat pernyataan resmi studio.
Ia menyampaikan hal itu dalam panel diskusi dua jam yang dipandu komedian Rishi Budhrani. Pengakuan itu keluar spontan, bukan bagian dari pengumuman terencana.
Khan menyebut Rajkumar Hirani, yang akrab disapa Raju, kini tengah merampungkan naskah sekuelnya. Ia sendiri mengaku dibatasi dalam berbicara soal proyek tersebut.
"Sebenarnya, saya tidak boleh ngomong banyak, tapi sepertinya saya cuma bisa bilang kalau Raju lagi mengerjakan naskahnya," tutur Aamir Khan.
Yang menarik, Khan membeberkan jadwal konkret. Begitu pulang ke Mumbai dalam beberapa pekan mendatang, ia bakal langsung menerima draf final skenario tersebut.
Meski begitu, belum ada informasi mendetail soal 3 Idiots 2. Judul resmi, jadwal produksi, hingga susunan pemain selain Khan masih belum diungkap.
Di forum yang sama, Khan menyinggung meledaknya popularitasnya di China. Dengan nada canda, ia menyebut versi bajakan 3 Idiots yang beredar di kalangan mahasiswa sana sebagai biang keladinya.
"Bagi saya, popularitas saya di China adalah berkat pembajakan," ujarnya, sebelum buru-buru menegaskan bahwa ia sama sekali tidak membenarkan praktik ilegal tersebut.
Ia menduga penerimaan masif di China lebih didorong kedekatan kunci emosional antara masyarakat India dan China. Soal tema persahabatan, tekanan sistem pendidikan, dan pencarian jati diri, menurut Khan, punya resonansi yang mirip di kedua negara.
Singapore International Film Festival juga jadi momen perayaan tersendiri bagi Khan. Ia baru saja dianugerahi Screen Icon Award, trofi yang sebelumnya diraih Michelle Yeoh dan Youn Yuh-jung.
Piala itu diserahkan langsung oleh sahabat karibnya, sutradara Hong Kong Peter Chan. Chan sempat berkelakar soal kelezatan aloo paratha buatan koki pribadi Khan di atas panggung.
Saat menerima penghargaan, Khan memilih merendah. Ia menyebut pembuatan film sebagai bentuk seni kolektif dan mempersembahkan kehormatan itu bagi seluruh penulis, sutradara, hingga kru yang pernah bekerja dengannya.
3 Idiots bukan film biasa dalam lanskap perfilman India. Kala dirilis pada 2009, film garapan Rajkumar Hirani ini mendulang 4,6 miliar rupee dari bujet 550 juta rupee.
Kesuksesannya tidak berhenti di pasar domestik India. Film ini juga diterima di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan menjadi salah satu judul Bollywood tersukses sepanjang masa.
Ceritanya mengikuti tiga mahasiswa teknik: Farhan (Ranganathan Madhavan), Raju (Sharman Joshi), dan 'Rancho' Shamaldas Chanchad (Aamir Khan). Ketiganya kuliah di kampus bergengsi dengan peraturan amat disiplin.
Sepanjang studi, mereka berusaha melawan sistem diktator di kampus sambil bergelut dengan persoalan cinta dan persahabatan. Line "All is well" dari film ini lantas jadi frasa yang melekat di ingatan penonton.
Deretan penghargaan perfilman pun diraih 3 Idiots, tidak hanya di India tetapi juga di sejumlah negara lain. Modal itulah yang membuat sekuelnya dinanti, meski Khan sendiri masih menahan detail.
Bagi industri Bollywood, bocoran ini menambah daftar proyek sequel yang sedang disiapkan rumah produksi besar. Hirani dan Khan dikenal sebagai duet yang jarang gagal, dan 3 Idiots 2 otomatis masuk radar penggemar film Asia Selatan di Indonesia.