PANGKALPINANG — Kegiatan penutup BIK 2026 memadukan tiga hal sekaligus: edukasi keuangan, olahraga lari, dan promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah. FKIJK Run menjadi agenda utama dengan sekitar 1.000 peserta yang menyusuri rute di kawasan kota.
Lari bukan sekadar aktivitas fisik. Industri jasa keuangan memakai momen itu untuk mendekatkan layanan kepada warga sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM setempat.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Wijaya menyebut kegiatan tersebut lahir dari kerja sama seluruh industri jasa keuangan di daerah. OJK sebagai pembina mendorong event ini berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
"Ini FKIJK Run merupakan kerja sama seluruh industri jasa keuangan yang ada di Bangka Belitung. Kami sebagai pembina mendorong event ini agar dirutinkan karena ini bisa membantu memperkenalkan potensi Bangka Belitung melalui UMKM, menggabungkan antara event lari dan UMKM, dan juga meramaikan kota," ujar Eko.
Menurutnya, kombinasi event olahraga dan pameran produk lokal memberi nilai tambah bagi promosi potensi daerah. Warga yang datang untuk berlari atau menonton sekaligus bersinggungan dengan produk UMKM dan layanan keuangan.
Sebanyak 64 pelaku UMKM menempati 80 booth selama rangkaian penutupan BIK 2026. Penyelenggaraan stan melibatkan kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan sejumlah lembaga jasa keuangan.
Keterlibatan lembaga keuangan mencakup perbankan, termasuk kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan anggota Perbanas. Perusahaan asuransi dan lembaga pembiayaan turut ambil bagian dalam kegiatan itu.
Kolaborasi tersebut diharapkan mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat, sekaligus memperluas akses warga terhadap produk dan layanan keuangan. Bagi UMKM, keberadaan booth menjadi kanal promosi langsung di ruang publik.
Bulan Inklusi Keuangan merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang menyasar perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Di Bangka Belitung, penutupannya dikemas sebagai acara publik di alun-alun kota agar jangkauannya lebih luas.
Format acara yang menggabungkan lari, stan UMKM, dan hiburan masyarakat membuat edukasi keuangan tidak berhenti di ruang seminar. Warga bisa mengenal produk keuangan sambil berbelanja produk lokal.
OJK Kepulauan Bangka Belitung berharap agenda ini dirutinkan. Jika terealisasi, FKIJK Run berpotensi menjadi kalender tetap yang mempertemukan pelari, pelaku UMKM, dan lembaga jasa keuangan di Pangkalpinang setiap tahun.