KPIPA Luncurkan JEJAKQU di Bangka Belitung, 400 Peserta Hadiri Tabligh Akbar Dua Hari untuk Palestina

Penulis: Syahrul Karim  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 08:18:31 WIB
Peserta memenuhi Auditorium Sofyan Tsauri Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung pada hari pertama tabligh akbar bertema kepedulian untuk Palestina.

PANGKALPINANG — Rangkaian tabligh akbar dua hari mengiringi peluncuran JEJAKQU di Bangka Belitung. Hari pertama digelar secara kolaboratif oleh KPIPA, JEJAKQU, dan Komunitas Mata Pena di Auditorium Sofyan Tsauri, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

Kegiatan mengusung tema "Meneguhkan Jejak Kepedulian, Menguatkan Ukhuwah untuk Palestina dan Indonesia". Ketua KPIPA, Dr Nurjanah Hulwani, tampil sebagai narasumber utama di hadapan peserta yang memenuhi auditorium.

Al-Aqsha Bagian dari Sejarah Perjuangan Umat Islam

Dalam tausiyahnya, Nurjanah menegaskan bahwa kepedulian terhadap Palestina bukan perkara sampingan. Menurutnya, Al-Aqsha menyatu dengan sejarah panjang perjuangan umat Islam.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak berhenti peduli dan terus membersamai perjuangan rakyat Palestina. Doa, aksi, dan donasi disebutnya sebagai tiga jalur yang bisa ditempuh siapa saja.

Lia Syafitri: JEJAKQU Bukan Sekadar Perkumpulan

Ketua Koalisi JEJAKQU yang baru dilantik, Lia Syafitri, berharap organisasi ini menjadi rumah besar bagi perempuan Bangka Belitung. Bukan hanya tempat berkumpul, melainkan ruang untuk belajar dan saling menguatkan.

Lia menyebut JEJAKQU diarahkan menjadi wadah menyebarkan kesadaran dan menghadirkan aksi nyata untuk Al-Quds dan Palestina. Harapan itu disampaikannya usai prosesi pelantikan pengurus.

Pemkot Pangkalpinang Beri Dukungan

Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi, hadir memberikan dukungan. Ia berharap kepedulian terhadap Palestina terus tumbuh di tengah masyarakat.

Agustu juga mendorong warga untuk senantiasa mendukung kegiatan dan program yang berkaitan dengan kepalestinaan. Dukungan pemerintah daerah itu menjadi penanda kegiatan ini tidak berjalan sendiri.

Hari Kedua Digelar di Rumah Dinas Bupati Bangka

Tabligh akbar hari kedua berlangsung di rumah dinas Bupati Bangka pada Ahad (11/10). Kegiatan bertema "Al Quran Sumber Keteguhan Gaza" digelar ODOJ Bangka Belitung bersama Pemkab Bangka, GOW Kab. Bangka, KPIPA, Komunitas Matapena, dan JEJAKQU.

Ibu-ibu bhayangkari, anggota ODOJ, perwakilan Salimah dan NU, anggota Komunitas Matapena, anggota JEJAKQU, serta ibu-ibu pengajian tampak khusyuk mengikuti tausiyah. Nurjanah kembali mengisi acara dengan materi bertajuk "Rahasia Keteguhan Gaza: Al-Qur'an, Tanah Air, dan Keteguhan Iman".

Ia memaparkan tiga sumber keteguhan rakyat Gaza: kecintaan terhadap tanah air, kedekatan dengan Al-Qur'an, dan keteguhan menjaga keyakinan dari pengaruh ghazwul fikri. Di tengah keterbatasan air bersih dan pangan, kedekatan dengan Al-Qur'an disebutnya menjadi penguat iman warga Gaza, termasuk dalam menjaga tradisi menghafal Al-Qur'an.

"Kepedulian terhadap Palestina, khususnya Masjid Al-Aqsa, tidak cukup berhenti pada doa dan rasa prihatin. Namun, perlu diwujudkan melalui penyebaran informasi yang benar, donasi, sedekah, dan bantuan kemanusiaan. Setiap amal kebaikan, sekecil apa pun, memiliki arti ketika dilakukan dengan keikhlasan dan konsistensi," ujar Nurjanah.

Donasi dari Barang Preloved hingga Kue

Ketua Komunitas Matapena sekaligus perwakilan JEJAKQU, Lulu, memaparkan upaya penggalangan donasi yang mereka jalankan. Caranya lewat penjualan barang preloved, berjualan di Pasar Baturusa, dan penjualan kue.

Seluruh hasil penjualan dialokasikan 100 persen untuk Palestina. Bupati Bangka, Fery Insani, dalam kesempatan itu mengajak masyarakat istiqamah menuntut ilmu agama, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki amal, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ketua Pengurus ODOJ, Diny Harlina, mengingatkan pentingnya menjaga komitmen berinteraksi dengan Al-Qur'an di tengah kesibukan. Ia mengajak jamaah meniatkan setiap amalan sebagai ibadah sekaligus bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara di Palestina.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: chanelmuslim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top