Pemetaan Drone di Tambang Terbuka PT Timah Tbk, 217,4 Hektare Tersurvey dalam 38 Menit

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 08:17:31 WIB
Drone melakukan pemetaan udara di area tambang terbuka PT Timah Tbk.

SUNGAILIAT — Survey manual dengan total station memang akurat, tetapi menyita waktu dan memaksa surveyor berdiri dekat active face, dinding galian yang sedang aktif dan rawan longsor. Pemetaan drone menawarkan jalan keluar dari dua persoalan sekaligus: kecepatan pengambilan data dan keselamatan tim di lapangan.

Bentuk tambang terbuka berubah setiap hari. Penggalian, peledakan, dan pengangkutan material membuat peta minggu lalu cepat usang. Padahal perhitungan volume, perencanaan tambang, dan keputusan keselamatan bergantung pada data itu.

Mengapa Peta Tambang Cepat Usang

Setiap tahap operasi tambang terbuka menuntut data survey berulang. Penggalian bergeser, lokasi peledakan berpindah, dan tumpukan material bertambah. Peta yang telat diperbarui membuat perencanaan harian rawan meleset.

Surveyor yang turun langsung ke active face menghadapi risiko nyata. Longsor bisa terjadi kapan saja di dinding galian yang sedang dikeruk. Metode total station memaksa mereka bekerja di titik paling berbahaya itu.

LiDAR dan Photogrammetry: Akurasi Sentimeter dari Udara

Drone membawa dua instrumen utama: LiDAR dan photogrammetry. Keduanya menghasilkan data dengan akurasi sentimeter, cukup rapat untuk menghitung volume material dan memetakan kontur permukaan.

Area 217,4 hektare di PT Timah Tbk tersurvey dalam 38 menit. Angka itu menunjukkan skala efisiensi yang sulit disaingi metode manual, terutama untuk area luas yang berubah cepat.

Empat Tantangan yang Harus Dijawab Operasi Tambang

Operasi tambang terbuka menghadapi empat persoalan utama yang saling berkait:

  • Kebutuhan data survey berulang di setiap tahap operasi
  • Keselamatan di area luas dengan puluhan hingga ratusan haul truck beroperasi
  • Keamanan aset dari ancaman penambangan ilegal
  • Kewajiban membuktikan kemajuan reklamasi kepada regulator

Puluhan hingga ratusan haul truck yang berseliweran di area luas menambah lapisan risiko. Surveyor yang berjalan kaki di antara kendaraan raksasa itu memperbesar peluang kecelakaan kerja.

Permen ESDM 17/2025 Dorong Bukti Reklamasi Lebih Sering

Sejak Permen ESDM 17/2025 berlaku, RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) disusun tahunan. Konsekuensinya, bukti kemajuan reklamasi harus tersedia lebih sering dan lebih terukur.

Pemetaan drone memungkinkan perusahaan menyajikan data perubahan permukaan lahan secara berkala. Dokumentasi visual dan data ketinggian bisa dibandingkan antarperiode tanpa harus mengirim tim ke lokasi setiap kali.

Penambangan Ilegal dan Pengawasan Aset

Keamanan aset jadi persoalan lain yang tak kalah rumit. Pemetaan rutin dari udara membantu mendeteksi perubahan permukaan yang tidak sesuai rencana, termasuk dugaan aktivitas penambangan ilegal di area konsesi.

Data yang terkumpul memberi perusahaan dasar untuk melaporkan temuan ke pihak berwenang. Tanpa pemetaan berkala, perubahan kecil di sudut konsesi bisa luput dari pengawasan.

Yang Berubah dari Cara Kerja Survey Tambang

Pemetaan drone tidak sekadar memindahkan alat dari darat ke udara. Cara kerja tim survey berubah: dari turun ke galian menuju pengoperasian drone dari titik aman, dari pengukuran titik per titik menuju pemindaian area menyeluruh.

Hasilnya, data lebih cepat sampai ke meja perencana. Keputusan volume dan keselamatan bisa diambil dengan dasar yang lebih baru, bukan peta yang sudah usang beberapa hari.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: bangkaindependent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top