IHSG Anjlok 3,28% Sepekan, 10 Emiten Ini Paling Terpuruk

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:52:31 WIB
IHSG melemah 3,28 persen ke level 6.036 pada perdagangan pekan 28 September–2 Oktober 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk 3,28 persen ke level 6.036 pada perdagangan pekan 28 September-2 Oktober 2026. Tekanan jual merata di hampir semua sektor, dengan saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) mencatat penurunan terdalam hingga 54,72 persen.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepuluh emiten dengan koreksi terbesar sepanjang pekan tersebut. FORU memimpin daftar top losers, dengan harga sahamnya anjlok dari Rp360 menjadi Rp163 per saham. Penurunan ini setara dengan 54,72 persen dalam lima hari perdagangan.

Di posisi kedua hingga kesepuluh, tekanan jual juga menghantam emiten dari berbagai sektor. BEI merilis data ini berdasarkan statistik perdagangan yang dipublikasikan Sabtu (3/10/2026).

FORU Pimpin Koreksi, Sahamnya Terjun 54,72 Persen

FORU menjadi emiten dengan pelemahan paling dalam. Harga sahamnya terpangkas lebih dari separuh dalam sepekan, dari Rp360 ke Rp163 per saham. Volume perdagangan dan nilai transaksi saham ini turut mencatatkan lonjakan seiring aksi jual yang deras.

Penurunan FORU jauh melampaui koreksi IHSG yang sebesar 3,28 persen. Emiten ini bergerak di sektor media dan komunikasi, yang sepanjang pekan juga tertekan sentimen pasar global.

Daftar Lengkap 10 Saham Paling Rugi Sepekan

Berikut deretan emiten yang menempati posisi top losers berdasarkan data BEI:

  • FORU (PT Fortune Indonesia Tbk): turun 54,72 persen dari Rp360 ke Rp163 per saham
  • NETV (PT MDTV Media Technologies Tbk): turun 34 persen dari Rp50 ke Rp33 per saham

Data lengkap sepuluh emiten lainnya dapat diakses melalui statistik perdagangan BEI. Penurunan terbatas di antara para top losers dialami NETV yang menyusut 34 persen.

Tekanan Jual Melanda Hampir Semua Sektor

Koreksi IHSG sebesar 3,28 persen ke level 6.036 mencerminkan tekanan jual yang merata. Investor asing tercatat melakukan net sell di hampir seluruh sektor, terutama pada saham-saham berkapitalisasi kecil hingga menengah.

Sektor media dan teknologi menjadi salah satu yang paling terdampak. FORU dan NETV, dua emiten di sektor ini, mencatatkan penurunan terdalam dibandingkan emiten lain di daftar top losers.

Apa Artinya bagi Investor

Koreksi tajam pada saham-saham top losers membuka peluang bagi investor dengan profil risiko tinggi. Namun, penurunan hingga puluhan persen dalam sepekan juga menjadi sinyal perlunya kehati-hatian.

BEI mengimbau investor untuk mencermati fundamental emiten sebelum mengambil keputusan. Statistik perdagangan pekanan menjadi acuan penting dalam menilai likuiditas dan volatilitas saham.

Pergerakan IHSG ke depan akan bergantung pada sentimen global dan respons kebijakan moneter domestik. Investor disarankan memantau perkembangan pasar secara berkala.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top