Timnas Esports Indonesia Pulang dari Asian Games 2026 dengan Dua Perak

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 13:20:01 WIB
Timnas esports Indonesia menutup Asian Games 2026 dengan dua medali perak dari nomor Pokemon Unite dan Mobile Legends.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Timnas esports Indonesia menutup seluruh pertandingan Asian Games 2026 dengan dua medali perak dari nomor Pokemon Unite dan Mobile Legends, tanpa satu pun emas. Seluruh pertandingan cabor esports berlangsung di Aichi Sky Expo, Jepang, pada 22 September hingga 1 Oktober 2026. Hasil ini jauh dari target, terutama karena eFootball yang digadang-gadang menyumbang emas justru tersingkir di perempat final.

Cabang olahraga esports Asian Games 2026 mempertandingkan delapan nomor, dan Indonesia mengirimkan wakil di semuanya. Dari delapan nomor tersebut, hanya dua yang berbuah medali. China, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Iran, dan Myanmar tercatat sebagai negara-negara yang mengalungkan emas di cabor ini.

eFootball: Tersingkir di Perempat Final

Timnas eFootball Indonesia kalah 0-1 dari Uzbekistan di perempat final. Di kategori PC, skor Indonesia versus Uzbekistan berakhir seri 1-1, sementara di kategori mobile Indonesia tumbang 2-3.

Kekalahan agregat itu membuat Rizky Faidan dan Radinka Wiratama harus mengubur ambisi menyumbang emas bagi kontingen Indonesia.

Gran Turismo 7: Finis Peringkat Lima

Andika Rama Maulana menutup nomor Gran Turismo 7 di posisi kelima dengan total 19 poin dari tiga race. Pada Race 1 ia finis keempat dan mengumpulkan lima poin, lalu turun ke posisi lima di Race 2 dengan empat poin.

Race 3 menjadi penampilan terbaiknya, finis keempat dengan tambahan 10 poin. Namun raihan itu tidak cukup mengangkat Indonesia ke podium.

Naraka: Bladepoint dan Honor of Kings: Gugur di Fase Gugur

Timnas Naraka: Bladepoint tergabung di Grup B bersama China, Thailand, dan Malaysia. Indonesia kalah 0-2 dari China dan Thailand, dan hanya menang sekali atas Malaysia, sehingga gugur di fase grup dengan dua kekalahan dan satu kemenangan.

Di Honor of Kings, Indonesia berada di Grup A bersama Thailand dan Hong Kong. Satu kemenangan dan satu kekalahan cukup membawa Sang Garuda lolos ke perempat final sebagai runner-up Grup A, sebelum dihentikan China dengan skor 0-2.

Identity V: Kalah Beruntun di Group Stage

Timnas Identity V pulang tanpa medali setelah menelan tiga kekalahan beruntun di Grup A. Pada hari pertama, Indonesia kalah 0-2 dari China Taipei dan Thailand, lalu ditumbangkan Filipina 1-2 pada hari kedua.

PUBG Mobile: Tertahan di Peringkat Lima

Perjalanan timnas di PUBG Mobile juga berakhir tanpa medali. Indonesia hanya mampu finis di peringkat kelima, sementara Thailand memuncaki klasemen dengan 128 poin.

China menyusul di posisi kedua dengan 114 poin, dan Pakistan menempati urutan ketiga dengan 100 poin.

Pokemon Unite: Perak Setelah Dikalahkan Tuan Rumah

Medali pertama Indonesia di cabor esports datang dari Pokemon Unite. Timnas melaju hingga final sebelum menyerah 1-3 dari Jepang, yang tampil sebagai tuan rumah.

Mobile Legends: Kalah Cepat dari Myanmar

Medali perak kedua diraih Timnas Mobile Legends Indonesia, yang juga harus mengakui keunggulan lawan di partai puncak. Myanmar menumbangkan Indonesia dengan skor 3-1 dalam waktu yang relatif singkat.

Game pertama tuntas pada menit ke-13, game kedua berakhir di menit ke-14, game ketiga selesai di menit ke-12, dan Myanmar hanya butuh 14 menit untuk menutup game keempat.

Dengan hasil ini, Indonesia menutup Asian Games 2026 di cabor esports dengan dua perak dan tanpa emas. Peta persaingan menunjukkan dominasi China dan Jepang di sejumlah nomor, sementara Asia Tenggara masih menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di nomor mobile.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top