Karantina Babel Kawal Hilirisasi Lidi Nipah dan Lada Putih demi Tembus Pasar Prancis

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 23 September 2026 | 11:31:02 WIB
Kepala Karantina Kepulauan Babel Herwintarti menyatakan komitmen pengawalan hilirisasi komoditas lokal di Pangkalpinang.

Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung menyatakan siap mengawal hilirisasi komoditas lokal agar produk yang diekspor memenuhi standar mutu internasional. Komitmen itu mencakup pengawalan terhadap lidi nipah, lada putih, dan produk perikanan yang dinilai punya nilai tambah tinggi bagi perekonomian warga Babel.

PANGKALPINANG — Kepala Karantina Kepulauan Babel Herwintarti menyebut pengawalan hilirisasi sebagai bagian dari tugas memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan lolos ketentuan perkarantinaan. Pemeriksaan dan sertifikasi dilakukan sesuai persyaratan yang ditetapkan negara tujuan, bukan sekadar formalitas administrasi ekspor.

"Kita siap mengawal hilirisasi komoditas lokal ini, agar produk yang diekspor memenuhi standar mutu internasional dan aman dikonsumsi," kata Herwintarti di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menegaskan komitmen tersebut berlaku untuk sejumlah komoditas unggulan daerah, mulai dari lidi nipah, lada putih, hingga produk perikanan. Tujuannya agar produk-produk itu tidak berhenti dijual sebagai bahan mentah.

Lidi Nipah Jadi Contoh Produk Bernilai Tambah

Herwintarti mencontohkan lidi nipah sebagai salah satu potensi yang bisa dikembangkan lewat kreativitas dan inovasi pelaku UMKM. Kerajinan berbahan lidi nipah dinilai mampu mengangkat nilai jual produk sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

"Produk lidi nipah ini selain meningkatkan nilai produk, pengembangan kerajinan berbahan lidi nipah diharapkan membuka peluang usaha dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," katanya.

Dari komoditas yang semula sederhana, lidi nipah kini mulai diarahkan menjadi produk bernilai tambah. Karantina Babel menargetkan kerajinan asal Bangka Belitung bisa menembus pasar Prancis dan pasar internasional lainnya.

Selaras dengan Dorongan Hilirisasi Pemerintah

Langkah Karantina Babel sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi sumber daya Indonesia. Herwintarti menyebut arah kebijakan itu agar komoditas tidak berhenti dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah di dalam negeri menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

"Saat ini pemerintah tengah mendorong hilirisasi yang diarahkan agar sumber daya Indonesia tidak berhenti dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah di dalam negeri menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi," katanya.

Bagi pelaku usaha di Babel, pengawalan karantina menjadi pintu masuk agar produk olahan mereka diterima pasar luar negeri. Sertifikasi yang diterbitkan memastikan komoditas tumbuhan dan perikanan memenuhi ketentuan negara tujuan.

Target berikutnya adalah membawa kerajinan dari Bangka Belitung menembus pasar Prancis. Keberhasilan menembus pasar itu bergantung pada konsistensi mutu produk dan kesiapan pelaku UMKM memenuhi standar yang diminta.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top