KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Indeks Harga Saham Gabungan melemah 17,65 poin atau 0,27% ke level 6.423 pada penutupan sesi pertama, Senin (21/9). Investor asing membukukan aksi jual bersih Rp 216,24 miliar, dengan ANTM, BMRI, dan TLKM menjadi sasaran utama pelepasan.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi sepanjang sesi pertama mencapai 14,28 miliar saham dengan frekuensi 1,05 juta kali. Nilai transaksi tercatat Rp 5,74 triliun, sementara kapitalisasi pasar berada di posisi Rp 11.262 triliun.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 329 emiten berakhir di zona hijau, 291 melemah, dan 168 stagnan. Enam dari sebelas sektor bursa ditutup di wilayah negatif.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memimpin daftar saham dengan nilai jual bersih asing terbesar, yakni Rp 100,62 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net sell Rp 79,91 miliar, disusul PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 53,47 miliar.
Kendati dilego asing, ANTM justru mencatat nilai transaksi tertinggi di bursa, mencapai Rp 233,97 miliar. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyusul dengan Rp 225,99 miliar, lalu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 205,42 miliar.
Empat bank berkapitalisasi besar serempak melemah. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,79% ke Rp 6.250, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkurang 0,6% ke Rp 3.290, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 0,7% ke Rp 4.230, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 0,55% ke Rp 3.630.
Di sisi lain, sektor transportasi menjadi salah satu penopang dengan kenaikan 1,47% secara sektoral. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menguat 3,23% ke Rp 64, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) tumbuh 3,05% ke Rp 406, dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) bertambah 1,55% ke Rp 655.
Pergerakan IHSG bergerak berlawanan arah dengan bursa regional. Indeks Nikkei Jepang naik 1,38% ke 65.018, Shanghai Composite tumbuh 0,55% ke 3.933, Hang Seng menguat 0,45% ke 24.681, dan Kospi Korea melonjak 1,58% ke 7.003.
Kondisi ini menempatkan IHSG sebagai salah satu indeks yang tertinggal di kawasan, seiring tekanan jual asing yang masih berlanjut di pasar domestik.
Sejumlah saham mencatat kenaikan paling tajam pada sesi pertama:
Sementara itu, saham-saham berikut mencatat penurunan terdalam:
Bagi investor, tekanan jual asing di saham-saham unggulan seperti ANTM, BMRI, dan TLKM perlu dicermati pada sesi kedua. Arah pergerakan indeks berikutnya akan bergantung pada apakah aliran dana asing kembali masuk ke pasar domestik atau justru berlanjut keluar.