Ekspor Kerapu Hidup Belitung Anjlok ke 5,7 Ton pada 2025, Pemkab Jajaki Pasar Baru ke Negara Arab dan Eropa

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Kamis, 03 September 2026 | 20:43:02 WIB
Ekspor ikan kerapu hidup Belitung ke Hongkong tercatat 5,7 ton sepanjang 2025, turun drastis dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai 65,4 ton.

Dinas Perikanan Belitung membidik pasar ekspor baru ke sejumlah negara Arab dan Eropa setelah pengiriman ikan kerapu hidup ke Hongkong terhambat dan anjlok drastis pada 2025. Sepanjang tahun ini, ekspor kerapu hidup dari Belitung ke Hongkong baru tercatat 5,7 ton, jauh di bawah realisasi 2024 yang mencapai 65,4 ton.

TANJUNGPANDAN — Merosotnya pengiriman ikan kerapu hidup ke Hongkong menjadi 5,7 ton sepanjang 2025 memaksa Pemerintah Kabupaten Belitung memperluas pasar. Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Belitung, Rekie Irawan, mengungkapkan penjajakan pasar sekarang diarahkan ke negara-negara Arab dan Eropa yang dinilai potensial menyerap komoditas hasil budi daya lokal.

Hongkong memang selama ini menjadi tujuan utama ekspor kerapu hidup dari Belitung. Namun, Rekie menyebut jalur tersebut sempat mengalami hambatan teknis dan pasar dalam beberapa waktu terakhir, sehingga volume pengiriman turun tajam.

Mengapa Ekspor ke Hongkong Anjlok Tahun Ini?

Data Dinas Perikanan Belitung menunjukkan tren ekspor kerapu hidup ke Hongkong yang fluktuatif. Pada 2018, pengiriman sempat mencapai rekor 120 ton, disusul 90,1 ton pada 2019, lalu turun menjadi 61,5 ton di 2020 akibat pandemi COVID-19.

Ekspor kembali menggeliat ke angka 63,35 ton pada 2022, tetapi merosot ke 33 ton di tahun yang sama karena kerusakan armada kapal pengangkut. Periode 2023 mencatatkan lonjakan ke 118,5 ton, sedangkan 2024 kembali turun ke 65,4 ton.

"Namun tahun 2025 ekspor kerapu hidup dari Belitung menuju Hongkong turun menjadi 5,7 ton akibat hambatan teknis dan pasar," kata Rekie di Tanjungpandan, Kamis.

Skema Pengiriman ke Timur Tengah Pakai Ikan Segar

Berbeda dengan pengiriman ke Hongkong yang mengandalkan kondisi hidup, ekspor ke negara Timur Tengah tidak bisa dilakukan secara langsung dengan cara serupa. Dinas Perikanan Belitung memastikan skema pengiriman dalam bentuk ikan kerapu segar (fresh) menjadi solusi yang potensial untuk menembus pasar Arab.

"Pengiriman direncanakan memanfaatkan jasa ekspedisi kargo," ujar Rekie.

Selain Hongkong, Malaysia, dan Singapura yang selama ini menjadi tujuan utama, pasar Eropa juga masuk bidikan baru. Langkah ini dinilai krusial untuk menyerap stok ikan kerapu di tingkat pembudidaya lokal yang saat ini melimpah.

Stok Melimpah, Kualitas Siap Saing

Rekie menambahkan, ketersediaan ikan kerapu di tingkat pembudidaya Belitung saat ini cukup banyak dan siap dikirim ke pasar internasional. Diversifikasi pasar ekspor menjadi kunci agar produksi budi daya tidak menumpuk di tengah terganggunya jalur tradisional.

Dia optimistis kualitas hasil budi daya pembudidaya ikan kerapu Belitung mampu bersaing di kancah global. Harapannya, ekspor kerapu hidup dari daerah itu bisa kembali menggeliat dan mendorong pertumbuhan ekonomi para pembudidaya setempat.

Pewarta: Kasmono/Apriliansyah Uploader: Bima Agustian

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top