Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi memulai pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 di Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek, Kepulauan Bangka Belitung. Peletakan batu pertama dilakukan Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani, Rabu, sebagai jawaban atas pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Pembangunan tahap awal ini menggunakan APBD 2026 Pemkot Pangkalpinang senilai Rp2.185.500.000 dan ditargetkan rampung tahun depan.
PANGKALPINANG — Dinas Pendidikan dan Pemkot Pangkalpinang tidak hanya sekadar membangun gedung baru. Kebutuhan akan ruang belajar tambahan di Kelurahan Selindung sudah mendesak, mengingat akses pendidikan menengah pertama di kawasan tersebut belum sebanding dengan laju pertambahan jumlah keluarga.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, saat melakukan peletakan batu pertama menyebut pembangunan sekolah ini adalah langkah wajib. "Pembangunan sekolah sudah harus dilakukan, mengingat pertumbuhan pendudukan di daerah ini terus bertambah," kata Hidayat Arsani, Rabu.
Proyek SMPN 11 Selindung ini menjadi salah satu prioritas belanja modal pendidikan di ibu kota provinsi. Nilai kontrak yang digelontorkan mencapai Rp2.185.500.000 yang bersumber dari APBD 2026 Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Dana tersebut dialokasikan untuk konstruksi tahap awal. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat diharapkan segera menyusun kebutuhan teknis agar gedung bisa difungsikan tepat waktu.
Keputusan membangun sekolah baru ini bukan tanpa sebab. Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menegaskan bahwa jumlah penduduk yang terus bertambah membuat ketersediaan bangku sekolah harus diperluas.
"Kita berharap Pemprov Kepulauan Babel untuk membantu pengembangan dan penambahan ruang belajar di SMPN 11 di Kelurahan Selindung ini, sehingga tahun depan pembangunan sekolah ini selesai dan sudah bisa melakukan penerimaan siswa baru," ujar Saparudin.
Jika tidak segera dibangun, dikhawatirkan terjadi penumpukan calon siswa yang tidak tertampung di SMPN terdekat. Kehadiran sekolah ini diharapkan memangkas jarak tempuh pelajar yang selama ini harus bersekolah cukup jauh dari permukiman Selindung.
Pembangunan SMPN 11 juga dimaknai sebagai kontribusi daerah terhadap program nasional. Gubernur menyebut proyek ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
"Kami mendukung penuh Pemkot Pangkalpinang yang telah membangun SMPN 11 di Kelurahan Selindung ini dan pembangunan sekolah baru ini sudah wajib dilakukan karena pertumbuhan penduduk di daerah ini yang terus bertambah," tambahnya.
Setelah fisik bangunan berdiri, persoalan guru menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Pemkot Pangkalpinang akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah anyar ini.
Salah satu jalur yang tengah disiapkan adalah mengadakan Pendidikan Profesional Guru (PPG). "Kita akan mengadakan Pendidikan Profesional Guru (PPG) untuk merekrut tenaga pengajar untuk mengajar di sekolah baru ini," kata Saparudin.
Langkah ini diambil agar proses belajar mengajar tidak terkendala ketika gedung resmi beroperasi. Dengan persiapan yang matang sejak awal, SMPN 11 Selindung diharapkan langsung berjalan efektif pada tahun ajaran pertamanya.