Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 20 hektare melanda Desa Tanjung Pura, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Petugas gabungan dari Polsek Sungaiselan, pemerintah desa, dan linmas dikerahkan sejak Senin pagi untuk menjinakkan api yang mulai meluas.
KOBA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 20 hektare terjadi di kawasan RT 04 Desa Tanjung Pura, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Api pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung memicu respons cepat aparat kepolisian setempat.
Kasi Humas Polres Bangka Tengah, Ipda Dedi Sudrajat, menyebut tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, upaya pemadaman sempat berhadapan dengan kondisi lapangan yang tidak mudah.
Personel Polsek Sungaiselan bersama bhabinkamtibmas, anggota unit reskrim, serta perangkat desa dan linmas langsung menuju lokasi setelah laporan diterima. Mereka membawa satu mesin pompa air, dua tangki semprot, serta peralatan sederhana seperti daun sawit dan ranting pohon sebagai alat pemadam alternatif.
"Upaya pemadaman terkendala kondisi lahan gambut, keterbatasan sumber air dan sejumlah titik api yang sulit dijangkau," ujar Dedi di Koba, Senin.
Api mulai berhasil dikendalikan sekitar pukul 13.30 WIB. Petugas tetap bertahan di lokasi untuk memastikan titik api tidak kembali membesar setelah angin dan cuaca menjadi faktor yang memengaruhi penyebaran.
Dedi menekankan bahwa keberhasilan awal pengendalian api tidak lepas dari koordinasi lintas sektor. "Respons cepat dan sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, instansi terkait dan masyarakat menjadi kunci dalam pemadaman maupun pencegahan karhutla," katanya.
Polres Bangka Tengah kini meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan kebakaran. Langkah ini diambil sebagai antisipasi meluasnya karhutla di tengah musim kemarau yang membuat lahan kering mudah terbakar.
Dedi mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Praktik semacam itu dinilai berisiko memicu kebakaran yang jauh lebih luas, terutama saat kemarau seperti sekarang.
Ia juga meminta warga segera melaporkan keberadaan titik api melalui Call Center Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti petugas. Partisipasi aktif masyarakat dinilai penting untuk mempercepat respons sebelum api menyebar ke area yang lebih besar.