KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Denza, sub-merek premium milik BYD, akhirnya mengonfirmasi kehadiran N8 bermesin listrik murni. Dalam pengumuman resmi yang dikutip dari laporan Electrek, SUV berkapasitas lima penumpang ini diklaim membawa paket baterai Blade 2.0 dengan kepadatan energi tinggi, menghasilkan angka jelajah yang sama dengan versi PHEV yang sempat dijual sebelumnya.
Menariknya, pencapaian ini bukan sekadar janji pabrikan. Dokumen persetujuan penjualan dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) yang terbit pekan lalu sudah memuat spesifikasi teknis lengkap kendaraan tersebut.
Denza N8 EV terbaru dibangun di atas platform e3 andalan BYD. Di sektor jantung pacu, pabrikan asal Shenzhen ini menyiapkan dua pilihan drivetrain: penggerak roda belakang (RWD) dengan satu motor listrik, serta penggerak semua roda (AWD) yang mengandalkan tiga motor.
Paket baterai yang diusung juga besar, mencapai 130,15 kWh. Kombinasi baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) ini disebut lebih tahan degradasi dibanding sel NMC, sehingga pemilik bisa mengisi daya hingga 100 persen setiap hari tanpa khawatir performa baterai cepat menurun.
Salah satu pembeda utama Denza N8 EV adalah teknologi Flash Charging. BYD mengklaim sistem ini memungkinkan pengisian daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu lima menit. Jika ingin kondisi hampir penuh, dari 10 persen ke 97 persen, waktu yang dibutuhkan hanya sembilan menit.
Klaim ini tentu menjadi angin segar bagi pengguna kendaraan listrik yang kerap mengeluhkan waktu pengisian daya lama. Teknologi yang sama sebelumnya sudah diperkenalkan BYD pada model Denza N8L yang meluncur pada Juni lalu.
Secara fisik, Denza N8 EV nyaris identik dengan Denza N8L yang berukuran lebih besar. Dari data MIIT, dimensi bodi tercatat memiliki panjang 5.150 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.820 mm dengan jarak sumbu roda 3.075 mm. Dengan konfigurasi lima kursi, ruang kabinnya dipastikan jauh lebih lega dibanding versi enam atau tujuh penumpang.
Keputusan BYD menghadirkan N8 sebagai SUV listrik murni lima penumpang bukan tanpa alasan. Sebelumnya, versi PHEV yang dijual sejak 2023 dengan opsi enam dan tujuh kursi harus dihentikan produksinya kurang dari setahun karena penjualan lesu. Kini dengan teknologi baterai terbaru dan jarak tempuh ekstrem, Denza mencoba peruntungan baru di segmen yang sama.
Belum ada informasi resmi mengenai harga jual maupun ketersediaan unit di pasar global, termasuk Indonesia. Namun melihat tren BYD yang agresif memasarkan produknya di dalam negeri, bukan tidak mungkin Denza N8 EV akan menyusul masuk ke pasar Tanah Air dalam beberapa tahun mendatang.