10 Gunung di Indonesia untuk Upacara 17 Agustus, dari Prau hingga Sumbing

Penulis: Hendrizal Satria  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 13:30:31 WIB
Pendaki mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Prau, Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Mengibarkan Sang Saka Merah Putih di puncak gunung menjadi tren yang terus berkembang setiap Agustus. Udara dingin, hamparan awan, dan semburat jingga saat matahari terbit menciptakan pengalaman berbeda dari upacara di tanah lapang. Bagi traveler yang mencari sensasi tersebut, sepuluh gunung di Indonesia ini menawarkan jalur dengan tingkat kesulitan beragam.

Gunung Prau: Sunrise Dieng untuk Pendaki Pemula

Berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Gunung Prau (2.565 mdpl) menjadi favorit pendaki baru. Jalur pendakiannya relatif pendek, hanya butuh waktu 2-3 jam untuk tiba di puncak yang berupa bukit sabana luas, kerap dijuluki "Bukit Teletubbies".

Dari sini, panorama golden sunrise terbentang dengan latar siluet Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu yang berjejer. Pemandangan ini kerap disebut sebagai salah satu yang terbaik di Asia Tenggara.

Gunung Andong: Melihat Lima Gunung Sekaligus

Gunung Andong di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menawarkan jalur landai dengan waktu tempuh singkat, cocok untuk pendaki pemula. Dengan ketinggian 1.726 mdpl, pesona utamanya adalah kemampuan melihat lima gunung dari puncaknya.

Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Ungaran tampak jelas menghiasi cakrawala. Saat akhir pekan atau libur 17 Agustus, gunung ini biasanya ramai pengunjung.

Gunung Merbabu: Menyusuri Karpet Hijau di 3.142 Mdpl

Gunung api aktif yang membentang di Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Semarang ini memiliki keunikan berupa hamparan sabana luas. Dikenal sebagai "Karpet Hijau", padang rumputnya membentang seolah tak berujung, diselingi pohon edelweis dan bukit-bukit kecil.

Sabana 1, Sabana 2, dan Pos Helipad di Puncak Kenteng Songo menjadi spot favorit untuk beristirahat dan berkemah. Saat musim kemarau, rumput mengering dan menguning, menciptakan nuansa ala Afrika yang eksotis.

Gunung Sindoro: Kawah Aktif dan Padang Edelweis

Dijuluki kembaran Gunung Sumbing, Sindoro (3.153 mdpl) yang terletak di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo ini masih aktif mengeluarkan belerang. Efek magis dari kawah tersebut menjadi daya tarik tersendiri.

Medan pendakiannya menantang dan membutuhkan fisik prima. Namun, pemandangan hamparan awan serta kota di bawah dari puncaknya menjadi ganjaran yang setimpal. Di beberapa jalur, pendaki juga akan menemukan padang edelweis yang cantik.

Gunung Rinjani: Danau Kaldera dan Padang Pasir

Bagi pendaki berpengalaman, Gunung Rinjani di Lombok adalah destinasi kelas dunia. Dengan ketinggian 3.726 mdpl, medannya panjang dan bervariasi, mulai dari sabana terik hingga jalur pasir terjal menjelang puncak.

Keindahan utamanya adalah Danau Segara Anak, kaldera raksasa biru di ketinggian 2.000 mdpl, dengan Gunung Barujari yang tumbuh di tengahnya. Plawangan Sembalun menjadi spot berkemah terbaik untuk menikmati pemandangan di atas awan.

Gunung Papandayan: Hutan Mati dan Kawah di Garut

Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat (2.665 mdpl), menawarkan medan yang tidak terlalu sulit via jalur Cisurupan, sehingga aman bagi pemula. Sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhi panorama hutan mati, padang edelweis, hingga kawah dengan pepohonan hijau.

Keberagaman lanskap ini membuat pendakian terasa singkat karena mata terus dimanjakan.

Gunung Gede: Alun-Alun Suryakencana yang Legendaris

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menjadi pelarian favorit warga Jawa Barat dari hiruk pikuk kota. Dengan ketinggian 2.958 mdpl, ekosistem hutan hujan tropisnya masih sangat terjaga dan kaya keanekaragaman hayati.

Destinasi utamanya adalah Alun-Alun Suryakencana, padang sabana seluas 50 hektare yang dipenuhi bunga Edelweis. Jalur via Cibodas juga melewati tebing kawah panas dengan sumber air panas alami di tengah jalur.

Gunung Sumbing: Puncak Tertinggi Ketiga di Jawa

Sebagai kembaran Gunung Sindoro, Gunung Sumbing memiliki ketinggian 3.371 mdpl, menjadikannya gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa. Pendakiannya dikenal menantang dengan jalur yang panjang dan terjal.

Bagi yang berhasil mencapai puncak, pemandangan luas Jawa Tengah dan deretan gunung di sekitarnya akan menjadi hadiah yang tak terlupakan. Informasi terkini mengenai jalur dan kondisi gunung dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top