Kibarkan Merah Putih di Kedalaman 12 Meter, Pertamina Tanam 512 Fragmen Terumbu Karang di Sulawesi Utara

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 11:34:01 WIB
Penyelam Pertamina dan masyarakat menanam 512 fragmen terumbu karang di kedalaman 12 meter di Pantai Pulisan, Sulawesi Utara.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Sebanyak 26 penyelam dari Pertamina bersama 10 penyelam masyarakat setempat turun ke kedalaman 12 meter untuk menjalankan misi ganda. Selain mengibarkan Sang Saka, mereka menanam fragmen terumbu karang yang bertujuan memulihkan habitat bawah laut serta menjaga keberlangsungan biota laut di kawasan tersebut.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi tiga anak usaha Pertamina, yaitu PTK bersama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dan PT Pertamina International Shipping (PIS). Rangkaian penyelaman dilaksanakan dengan mengacu pada standar keselamatan yang berlaku.

Alasan Pemilihan Pantai Pulisan

Plt Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental Eko Cahyadi menjelaskan, pemilihan Pantai Pulisan bukan tanpa alasan. Kawasan ini berada di area Coral Triangle yang dikenal memiliki kekayaan dan keragaman hayati laut tertinggi di dunia. Lokasinya juga berdekatan dengan Integrated Terminal Bitung, salah satu pusat distribusi energi vital untuk wilayah Sulawesi.

"Penanaman fragmen terumbu karang di lokasi ini merupakan bentuk komitmen PTK untuk turut menjaga kesehatan ekosistem laut yang menjadi ruang operasional kami sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan," ujar Eko dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Ia menambahkan, pengibaran bendera di bawah laut merupakan simbol kecintaan terhadap Indonesia sebagai negara maritim. Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum menumbuhkan nasionalisme, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

Dampak Ekonomi untuk Warga Sekitar

Keberadaan terumbu karang yang terus bertumbuh diharapkan membawa dampak nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan keragaman ekosistem dan populasi biota laut, kondisi ini berpotensi memperkuat daya tarik wisata bahari Pantai Pulisan. Bagi warga yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata dan perikanan, pemulihan terumbu karang berarti peluang ekonomi yang lebih baik.

Eko menegaskan, komitmen lingkungan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Perusahaan yang bergerak di bidang logistik energi maritim itu menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari praktik operasional sehari-hari.

Langkah Keberlanjutan di Armada Kapal

Direktur Armada PTK Dewi Susanti mengatakan, perusahaan tengah menerapkan prinsip keberlanjutan dalam menjalankan bisnis. Salah satunya melalui pemanfaatan energi hijau dan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan pada sebagian armada kapal serta infrastruktur perusahaan.

"Aksi sosial maupun operasional PTK diharapkan dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, serta keberlangsungan perusahaan di masa mendatang. Melalui rangkaian kegiatan HUT RI oleh PTK, kami berupaya ikut mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur," kata Dewi.

Sebagai perusahaan logistik energi maritim, PTK mengoperasikan ratusan kapal yang tersebar di berbagai wilayah strategis Indonesia. Layanan yang dijalankan meliputi support vessel provider, marine service, port operations services, hingga shorebase. Perusahaan menyebut tingkat keandalan layanan yang diberikan saat ini berada di atas 99 persen.

Aksi bawah laut di Pulisan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga dengan menjaga sumber daya alam yang menjadi kebanggaan bangsa.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top