TANJUNGPANDAN — PMI Kabupaten Belitung bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih di tengah panasnya musim kemarau yang melanda wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Layanan darurat ini menyasar fasilitas pendidikan dan permukiman warga yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Ketua Markas PMI Kabupaten Belitung Hastari Wardianti mengatakan, pendistribusian tahap awal dilakukan serentak di tiga titik sasaran utama pada Minggu. Rinciannya, SMP Negeri 2 Tanjungpandan menerima jatah 5.000 liter, Desa Air Saga 3.000 liter, dan Kelurahan Aik Ketekok 2.000 liter.
Hastari mengungkapkan, kondisi cuaca kemarau yang terjadi saat ini membuat banyak sumber air milik warga mulai mengering. Hal ini mendorong PMI untuk membuka layanan distribusi secara khusus bagi masyarakat yang terdampak.
"Layanan distribusi air bersih ini kami buka khusus untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air akibat dampak musim kemarau yang melanda wilayah Belitung," kata Hastari di Tanjungpandan, Minggu.
Untuk memastikan kualitas air yang disalurkan layak digunakan, PMI Belitung tidak mengambil sumber air sembarangan. Pasokan air bersih tersebut diambil langsung dari Perumdam Tirta Batu Mentas Belitung.
Dalam pelaksanaan di lapangan, kegiatan distribusi ini juga didukung oleh personel Babinpotdirga Lanud H. AS Hanandjoeddin guna memastikan proses penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
Bagi masyarakat, sekolah, maupun lingkungan pemukiman di Kabupaten Belitung yang membutuhkan pasokan air bersih akibat dampak kekeringan, PMI Belitung membuka kanal pengaduan. Layanan tersebut dapat dihubungi melalui nomor telepon atau WhatsApp di 0811 7873 3344.
Hastari menambahkan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak kekeringan di tengah kondisi cuaca yang masih panas. Pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi.