KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Persebaya Surabaya hanya butuh satu gol untuk mengamankan tiket final Piala Presiden 2026. Gol tunggal bek asal Cape Verde, Yuran Fernandes, pada menit ke-45+8 memecah kebuntuan di laga yang berjalan sengit dan penuh drama di Pulau Dewata.
Kemenangan ini sekaligus menjadi penegas dominasi Persebaya atas rival regionalnya di ajang pramusim. Pada partai puncak nanti, tim asuhan pelatih Paul Munster akan berhadapan dengan Persib Bandung yang lebih dulu melaju usai menaklukkan Persija Jakarta 2-1 di semifinal lainnya.
Jalannya laga sebenarnya berjalan hati-hati sejak menit awal. Kedua tim disiplin menjaga pertahanan, tetapi Persebaya lebih dulu mengancam lewat tendangan bebas Diogo Campos pada menit ketiga yang masih melambung di atas mistar.
Arema FC sempat mencetak gol melalui Johan Alfarizi, namun dianulir wasit karena pemain berjuluk Singo Edan itu sudah berada dalam posisi offside. Keputusan kontroversial justru muncul jelang turun minum ketika gelandang Arema, Matheus Blade, dianggap melakukan pelanggaran berbahaya terhadap penyerang Persebaya, Miguel Pereira.
Wasit awalnya mengeluarkan kartu merah langsung. Namun setelah meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), hukuman tersebut direduksi menjadi kartu kuning.
Dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Francisco Rivera, Yuran Fernandes muncul sebagai pahlawan. Sundulannya pada menit ke-45+8 tak mampu dihalau kiper Adi Satryo dan membawa Persebaya unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Arema FC mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun upaya mereka untuk menyamakan kedudukan semakin berat setelah Diego Landis menerima kartu merah pada menit ke-67, meninggalkan timnya bermain dengan 10 orang.
Alih-alih menekan, Persebaya justru tampil solid dan mengandalkan serangan balik cepat. Pertahanan yang dikomandoi Yuran Fernandes berhasil meredam setiap percobaan Arema hingga peluit panjang dibunyikan.
Dengan hasil ini, Persebaya berhak tampil di final Piala Presiden 2026 dan akan menghadapi Persib Bandung. Sementara itu, Arema FC harus puas bertarung melawan Persija Jakarta dalam laga perebutan posisi ketiga.
Kemenangan ini juga menjaga rekor positif Persebaya di turnamen pramusim bergengsi tersebut, sekaligus menjadi modal berharga menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim depan.