Kades Marjan Ubah Bangunan Terbengkalai Jadi Kafe BUMDes, Jadi Sumber Ekonomi Baru Desa Pangkalbuluh

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:01:31 WIB
Kepala Desa Pangkalbuluh, Marjan, meresmikan kafe BUMDes di bangunan aset desa yang sebelumnya terbengkalai.

BANGKA — Pemerintah Desa Pangkalbuluh memastikan tidak ada lagi aset desa yang dibiarkan mangkrak tanpa fungsi. Lewat tangan dingin Kepala Desa Marjan, bangunan non-produktif itu disulap menjadi kafe BUMDes yang mulai beroperasi Selasa malam lalu.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pengoptimalan aset desa agar memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi bangunan mati yang menghabiskan biaya perawatan.

Dari Bangunan Mati Menjadi Ruang Produktif

Transformasi ini berawal dari keprihatinan terhadap kondisi bangunan milik desa yang bertahun-tahun tidak difungsikan. Alih-alih membiarkan aset tersebut terbengkalai, Marjan memilih mengambil langkah konkret dengan menggandeng BUMDes sebagai pengelola.

Kafe ini tidak hanya dirancang sebagai tempat nongkrong, tetapi juga ruang interaksi sosial yang diharapkan mampu menghidupkan aktivitas ekonomi warga di malam hari.

"Pemanfaatan aset desa tersebut dilakukan agar bangunan yang selama ini tidak difungsikan dapat menjadi aset produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Marjan kepada awak media.

Mengapa Kafe Menjadi Pilihan Strategis?

Pemilihan konsep kafe bukan tanpa perhitungan. Desa Pangkalbuluh menilai bisnis kuliner dan ruang publik memiliki prospek yang menjanjikan, terutama untuk menarik minat anak muda dan membuka lapangan kerja baru di tingkat desa.

Keberadaan kafe ini juga diharapkan menjadi daya tarik tersendiri yang membuat warga tidak perlu jauh-jauh keluar desa hanya untuk sekadar berkumpul atau menikmati hidangan.

Dengan pengelolaan yang profesional oleh BUMDes, keuntungan dari operasional kafe nantinya akan kembali mengalir ke kas desa. Pendapatan asli desa (PADes) yang meningkat bisa digunakan untuk membiayai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lainnya.

Langkah Kecil untuk Dampak Jangka Panjang

Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana pemerintah desa bisa lebih jeli dalam membaca potensi aset yang dimiliki. Alih-alih menunggu anggaran besar, kreativitas dan keberanian mengambil keputusan menjadi kunci utama perubahan.

Ke depan, pengelolaan kafe BUMDes Pangkalbuluh akan terus dievaluasi agar pelayanannya semakin baik dan mampu bersaing dengan usaha sejenis di luar desa.

Keberhasilan model ini berpotensi direplikasi oleh desa-desa lain di Bangka Belitung yang memiliki aset serupa namun belum tergarap maksimal.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: bangkaindependent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top