TANJUNGPANDAN — Kadin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi mengusulkan pembangunan pelabuhan perikanan berkelas dunia kepada pemerintah pusat. Ketua Kadin Babel, Ritchie Glen Yapranadi, menilai fasilitas ini menjadi kunci untuk mendongkrak kinerja ekspor dan memperkuat posisi Babel dalam rantai pasok pangan nasional maupun global.
Usulan tersebut mengemuka dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Selain pelabuhan perikanan, Kadin juga menyampaikan rencana pembangunan bandara baru di Belitung untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas pariwisata.
Menanggapi aspirasi Kadin, Presiden Prabowo memberikan sejumlah arahan strategis. Salah satunya, pemerintah membuka peluang seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk berinvestasi dalam pembangunan bandara melalui skema Build, Operate, Transfer (BOT) dengan jangka waktu 30 tahun.
Selain itu, Presiden secara khusus akan memerintahkan Menteri Perhubungan untuk menjajaki pembukaan lebih banyak penerbangan langsung atau direct flight dari maskapai asing menuju Bangka Belitung. "Dengan semakin banyak penerbangan internasional langsung ke Belitung maka akan memacu percepatan sektor pariwisata Negeri Laskar Pelangi," kata Ritchie dalam keterangan resmi yang diterima ANTARA di Tanjungpandan, Senin.
Ritchie menjelaskan, pembangunan pelabuhan perikanan internasional bukan sekadar infrastruktur fisik. Lebih dari itu, fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat hilirisasi sektor perikanan yang selama ini belum berjalan optimal di daerah.
Ia berharap, usulan tersebut dapat segera terealisasi sehingga perekonomian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat semakin maju dan berkembang lebih baik ke depannya. "Komitmen Kadin terus bersinergi dengan pemerintah dalam memperkuat pondasi perekonomian nasional, mendorong iklim investasi yang kondusif, memberdayakan UMKM, serta meningkatkan integrasi Indonesia dalam rantai pasok global menuju Visi Indonesia Emas 2045," ujarnya.