NTP Babel Juli 2026 Naik 0,96 Persen ke 163,69, Petani Perkebunan dan Hortikultura Paling Diuntungkan

Penulis: Syahrul Karim  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 15:30:01 WIB
Kepala BPS Kepulauan Bangka Belitung Sugeng Arianto memaparkan data Nilai Tukar Petani (NTP) Babel yang naik 0,96 persen menjadi 163,69 pada Juli 2026 di Pangkalpinang, Senin (3/8/2026).

PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat seluruh subsektor pertanian utama di Babel mengalami penguatan harga pada Juli 2026. Subsektor hortikultura memimpin dengan kenaikan indeks tertinggi mencapai 3,65 persen, disusul peternakan yang tumbuh 1,98 persen dan perikanan yang naik 1,65 persen.

Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto mengatakan, kenaikan NTP ini menjadi sinyal positif bagi daya beli petani di enam kabupaten/kota. Namun ia mengingatkan bahwa kenaikan ini belum merata di semua lini karena subsektor tanaman pangan hanya tumbuh 0,26 persen.

Pemicu Utama: Harga Jual Naik Lebih Cepat dari Biaya Produksi

Kenaikan NTP bulan ini terjadi karena jarak antara pendapatan dan pengeluaran petani mulai melebar. BPS mencatat indeks harga yang diterima petani naik dari 206,06 menjadi 208,30, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya bergerak dari 127,09 ke 127,25.

"Peningkatan NTP pada Juli tahun ini, karena naiknya Indeks Harga Diterima petani (It) 1,09 persen sementara Indeks Harga Dibayar petani (Ib) naik lebih rendah 0,13 persen," jelas Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Senin.

Artinya, kenaikan harga jual komoditas pertanian masih lebih tinggi dibandingkan laju kenaikan kebutuhan pokok rumah tangga dan biaya produksi seperti pupuk serta bibit.

Hortikultura dan Perkebunan Jadi Penopang Utama

Dari sisi komoditas, tanaman hortikultura menjadi penyumbang terbesar kenaikan NTP dengan pertumbuhan indeks harga diterima mencapai 3,77 persen. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap sayur dan buah di tengah musim kemarau.

Subsektor tanaman perkebunan rakyat yang menjadi tulang punggung ekonomi Babel juga mencatat kenaikan 0,76 persen secara keseluruhan, dengan indeks harga diterima tumbuh 0,90 persen. Sementara itu, subsektor perikanan mencatat pertumbuhan indeks harga diterima sebesar 1,85 persen.

Biaya Produksi Masih Terkendali, Tapi Perlu Diwaspadai

Meski secara umum terkendali, BPS mencatat kenaikan indeks harga yang dibayar petani terjadi di hampir semua subsektor. Kenaikan tertinggi tercatat pada subsektor perikanan sebesar 0,20 persen, diikuti perkebunan rakyat 0,14 persen.

Kenaikan biaya ini terutama dipengaruhi oleh fluktuasi harga barang konsumsi rumah tangga di perdesaan serta biaya sarana produksi. Kendati demikian, laju kenaikan biaya produksi masih berada di bawah laju kenaikan harga jual komoditas sehingga NTP tetap berada di zona menguntungkan bagi petani.

BPS mencatat NTP di atas angka 100 menunjukkan petani mengalami surplus, di mana pendapatan dari hasil usaha tani lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk kebutuhan hidup dan biaya produksi. Dengan capaian 163,69, rata-rata petani di Babel masih memiliki ruang tabungan yang cukup besar.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top