PANGKALPINANG — Pemprov Babel berencana merealisasikan pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke di Kota Pangkalpinang dengan nilai investasi mencapai Rp293 miliar. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyebut proyek ini merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak layanan kesehatan spesialistik di daerah.
Skema pendanaan proyek strategis ini akan dijalankan melalui pinjaman daerah kepada Bank Sumsel Babel, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini diambil agar pembangunan fasilitas kesehatan dapat segera dieksekusi tanpa membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah secara langsung.
Hidayat Arsani menekankan bahwa kecepatan penanganan pada masa emas atau golden period menjadi faktor krusial bagi pasien jantung dan stroke. Keterlambatan penanganan sedikit saja dapat berakibat fatal bagi keselamatan pasien.
“Masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Kita tidak ingin ada warga Bangka Belitung yang kehilangan kesempatan hidup hanya karena akses menuju rumah sakit terlalu jauh atau fasilitas pelayanan kritis belum memadai,” kata Hidayat dalam pernyataannya, Selasa (18/2/2025).
Menurut Hidayat, kehadiran rumah sakit khusus ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan investasi sosial untuk masa depan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang responsif akan menyelamatkan tidak hanya pasien, tetapi juga masa depan keluarga yang ditinggalkan.
“Kalau kita berbicara tentang kesehatan, yang kita selamatkan bukan hanya pasien hari ini, melainkan juga masa depan keluarga mereka. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan tercepat,” ujarnya.
Selama ini, warga Babel dengan kondisi jantung dan stroke kritis kerap harus dirujuk ke rumah sakit di Palembang atau Jakarta. Kondisi geografis kepulauan membuat proses rujukan memakan waktu tempuh yang tidak singkat, sehingga memperbesar risiko kematian pasien.
Pembangunan RS Jantung dan Stroke di Pangkalpinang diharapkan mampu memangkas waktu tempuh pasien dan meningkatkan angka harapan hidup penderita penyakit kardiovaskular di Babel. Kehadiran fasilitas ini juga akan mengurangi beban biaya rujukan yang selama ini ditanggung pasien maupun pemerintah daerah.
Pemprov Babel belum merinci jadwal pasti dimulainya konstruksi. Namun, kepastian skema pendanaan melalui Bank Sumsel Babel mengindikasikan proses administrasi dan persiapan proyek tengah berjalan menuju tahap realisasi.