KOBA — Puluhan anak usia taman kanak-kanak di Bangka Tengah mendapat pengenalan langsung tentang internet sehat melalui program ICONNET Sahabat Anak. Kegiatan yang berlangsung di TK Ayyas Kids Center, Koba, ini diikuti oleh 45 siswa dan dirancang khusus agar materi digital mudah dipahami dengan metode bermain dan bercerita.
Sesi edukasi dikemas secara interaktif. Anak-anak diajak mengenali mana konten positif dan negatif di dunia digital melalui cerita bergambar, tanya jawab, dan simulasi sederhana. Materi ditekankan pada pentingnya pendampingan orang tua saat anak mengakses internet serta menjaga keamanan data pribadi.
Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Sumatera Bagian Selatan, Yudi Lordianto, mengatakan literasi digital menjadi bekal penting bagi generasi masa depan.
"Anak-anak merupakan aset berharga bangsa yang perlu dibekali dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Melalui program ICONNET Sahabat Anak, kami ingin memperkenalkan pentingnya penggunaan internet yang sehat dan bijak sejak dini dengan pendekatan yang menyenangkan," ujar Yudi dalam keterangan tertulis.
Selain edukasi, PLN Icon Plus juga menyalurkan bantuan fasilitas penunjang belajar bagi TK Ayyas Kids Center. Rangkaian acara diawali sesi motivasi dari Team Leader ICONNET SBU Regional Sumatera Bagian Selatan, Danu Martavijaya. Ia mengajak anak-anak untuk terus semangat belajar, berani bermimpi, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana mengembangkan kreativitas.
Yudi menambahkan, kehadiran ICONNET tidak hanya sebagai penyedia layanan internet rumahan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kreatif bagi keluarga Indonesia. "Kami berharap kehadiran ICONNET tidak hanya memberikan layanan internet yang andal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, kreatif, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia," katanya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian PLN Icon Plus terhadap tumbuh kembang anak di era digital. Perusahaan menargetkan program serupa bisa menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Sumatera Bagian Selatan, khususnya di daerah yang membutuhkan pengenalan literasi digital sejak pendidikan anak usia dini.