Mendagri Tito Karnavian Ungkap 165 Daerah Alami Kenaikan Harga Minyak Goreng, Inflasi Nasional Terkendali

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Senin, 15 Juni 2026 | 18:28:01 WIB
Mendagri Tito Karnavian memaparkan kenaikan harga minyak goreng di 165 kabupaten/kota pada Mei 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa sebanyak 165 kabupaten/kota mencatatkan kenaikan harga minyak goreng pada periode Mei 2026. Data tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (15/6). Sementara itu, hanya 73 daerah yang mengalami penurunan harga komoditas serupa.

"Nah yang mungkin perlu diwaspadai adalah minyak goreng. Karena minyak goreng adalah kebutuhan utama," ujar Tito di hadapan para kepala daerah.

Cabai dan Minyak Goreng Dominasi Andil Inflasi Bahan Pangan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 2 Juni 2026, komponen makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi. Secara rinci, cabai menyumbang andil tertinggi sebesar 0,08 persen, disusul minyak goreng di posisi kedua. Komoditas lain yang turut mendorong kenaikan harga adalah bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit.

Tito bersyukur lonjakan harga tidak terjadi pada komoditas utama seperti beras. Menurutnya, berdasarkan tren periode sebelumnya, beras dan sejumlah bahan pokok lain kerap menjadi biang kerok inflasi. Ia mengapresiasi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perum Bulog yang dinilai berhasil menjaga stabilitas pasokan beras sehingga harganya relatif terjaga.

Mendagri Instruksikan Pemda Intensifkan Pemantauan Harga

Mendagri meminta pemerintah daerah untuk memberi perhatian khusus terhadap fluktuasi harga minyak goreng. Pasalnya, komoditas ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang dampaknya langsung terasa. Ia mengingatkan agar pemda tidak lengah meskipun inflasi nasional secara year on year masih terkendali.

"Khusus untuk makanan, minuman, tembakau, posisi masih pada cabai yang paling tinggi 0,08 diikuti minyak goreng," jelas Tito dalam rapat koordinasi tersebut. Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi daerah harus dilakukan secara konkret, bukan sekadar seremonial.

Stabilitas Beras Jadi Modal, Minyak Goreng Ancaman Baru

Keberhasilan menjaga pasokan beras menjadi modal positif bagi pemerintah dalam mengendalikan inflasi nasional. Namun, kemunculan minyak goreng sebagai penyumbang inflasi baru di 165 daerah menjadi sinyal waspada. Tito menginstruksikan agar dinas perdagangan daerah dan Satgas Pangan aktif memonitor rantai distribusi minyak goreng dari produsen hingga pedagang eceran.

Data BPS menunjukkan inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 masih berada dalam koridor sasaran pemerintah. Meski demikian, tekanan dari sektor pangan, khususnya minyak goreng dan cabai, memerlukan intervensi cepat agar tidak mengerek angka inflasi lebih tinggi pada bulan-bulan mendatang.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top