General Manager PT PLN (Persero) UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada keandalan sistem kelistrikan. Menurutnya, peningkatan literasi kelistrikan bagi generasi muda menjadi tanggung jawab perusahaan.
Dalam sosialisasi itu, tim PLN memaparkan fungsi gardu induk sebagai pusat pengaturan, pengamanan, pengukuran, dan penyaluran energi listrik dalam sistem tenaga listrik. Mahasiswa diajak melihat langsung peralatan utama seperti transformator daya, pemutus tenaga (circuit breaker), pemisah (disconnecting switch), hingga pengubah arus listrik (current transformer).
Selain itu, mahasiswa juga mendapat pemahaman soal potensi bahaya akibat aktivitas yang melanggar ketentuan ruang bebas jaringan. Aktivitas seperti mendirikan bangunan, membakar lahan, menerbangkan layang-layang, hingga menanam pohon di sekitar jalur transmisi listrik disebut sangat berisiko mengganggu sistem kelistrikan.
Ira Savitri menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum memperkuat semangat kolaborasi dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul. “Melalui kegiatan edukasi ini, kami ingin memperkenalkan peran penting infrastruktur transmisi dan gardu induk serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan ketenagalistrikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya berharap mahasiswa dapat menjadi generasi yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan ketenagalistrikan serta transisi energi di Indonesia. “Kami berharap mahasiswa dapat menjadi generasi yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan ketenagalistrikan serta transisi energi di Indonesia,” ujar Ira.
Mahasiswa juga berkesempatan mempelajari sistem proteksi yang berfungsi menjaga keandalan sistem kelistrikan di Gardu Induk Air Anyir. Beberapa peralatan yang diperkenalkan antara lain transformator daya, pemutus tenaga, pemisah, dan pengubah arus listrik.
PLN ULTG Bangka menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi kelistrikan generasi muda di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Edukasi serupa direncanakan berlanjut dengan sasaran kelompok masyarakat dan institusi pendidikan lainnya.