KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Setelah vakum beberapa tahun, Toyota C-HR 2026 kembali ke pasar global dengan tampilan yang jauh lebih tajam dan jantung pacu listrik murni. Namun, jangan berharap mobil ini akan menjadi senjata utama untuk menaklukkan tikungan. Uji coba langsung yang dilakukan oleh media otomotif Amerika mengungkapkan bahwa C-HR lebih unggul sebagai kendaraan harian yang cepat dan nyaman, bukan sebagai mobil sport sejati.
C-HR terbaru mengadopsi platform yang sama dengan saudaranya, Toyota bZ4X, namun dengan jarak sumbu roda yang lebih pendek 9,9 cm. Meski dimensinya lebih ringkas, Toyota menyematkan powertrain paling bertenaga dari lini EV-nya: motor ganda dengan penggerak semua roda yang menghasilkan 338 dk.
Tenaga tersebut terasa responsif di jalan raya. Di atas kertas, akselerasi 0-96 km/jam tercatat hanya 4,4 detik. Angka ini impresif untuk sebuah SUV subkompak, meski bobotnya mencapai 2.017 kg. Namun, tenaga mulai terasa berkurang setelah melewati 96 km/jam, dengan catatan 0-128 km/jam membutuhkan 7,2 detik. Untuk menyalip atau masuk tol, tenaga ini sudah lebih dari cukup.
Di sinilah letak kelemahan C-HR. Setirnya akurat namun minim feedback, dan mobil ini mudah mengalami understeer. Buktinya, gaya gesek lateral di skidpad hanya mencapai 0,82 g. Ground clearance setinggi 20,3 cm juga berkontribusi pada body roll yang cukup terasa saat diajak bermanuver agresif.
Untungnya, sebagian besar pembeli SUV tidak akan memacu mobilnya hingga batas. Dalam pengendaraan normal, C-HR menawarkan kenyamanan redaman yang baik dan kabin yang kedap suara. Powertrain yang responsif menjadi teman setia di kemacetan dan jalan raya.
Klaim jarak tempuh Toyota untuk varian XSE adalah 273 mil atau sekitar 439 km. Namun, dalam uji jalan raya di kecepatan 120 km/jam, angka real yang tercatat hanya 230 mil (370 km). Hasil ini 20 mil lebih buruk dari Nissan Leaf yang memiliki rating EPA lebih rendah. Baterai memiliki kapasitas berguna sekitar 67 kWh.
Untuk pengisian daya, C-HR sudah menggunakan port NACS dan mendukung pengisian cepat DC hingga 150 kW. Waktu yang dibutuhkan dari 10% ke 90% adalah 32 menit. Toyota juga menyertakan kabel pengisian 120/240 volt dan adaptor NACS ke CCS sebagai standar.
Interior C-HR nyaris identik dengan bZ4X. Layar sentuh 14,0 inci menjadi pusat kendali dengan antarmuka yang bersih dan intuitif. Untungnya, Toyota masih mempertahankan tombol fisik di setir dan konsol tengah. Varian XSE mendapatkan jok berbalut campuran suede dan SofTex yang memberikan kesan mewah, meski masih ada plastik keras di bagian bawah panel pintu.
Ruang kaki baris kedua cukup lega, namun penumpang tinggi akan kesulitan karena posisi lutut yang terangkat dan atap yang landai. Sebagai kompensasi, C-HR menawarkan bagasi yang lapang, hanya sedikit lebih kecil dari bZ4X. Fitur standar meliputi wiper otomatis, jok depan berpemanas, setir berpemanas, dan dua bantalan pengisi daya nirkabel.
Varian SE dibanderol mulai Rp 617 juta, sementara XSE mulai Rp 649 juta. Harga ini lebih murah dari banyak pesaing, dengan tenaga dan jarak tempuh yang lebih baik. Toyota C-HR 2026 adalah EV yang cepat, nyaman, dan memiliki kabin mewah. Namun, jika Anda mencari SUV listrik yang benar-benar menyenangkan di tikungan, Anda mungkin perlu mencari ke pabrikan lain.