Pemkab Bangka Perkuat Upaya Pencegahan DBD Lewat Gerakan Bersih Lingkungan

Penulis: Sutomo  •  Senin, 02 Februari 2026 | 12:15:04 WIB

Sungailiat – Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus mengintensifkan langkah pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menggerakkan aksi pembersihan sampah di kawasan permukiman padat penduduk.

Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Boy Yandra, menyampaikan bahwa kegiatan bersih lingkungan merupakan langkah awal yang efektif dalam menekan potensi penyebaran DBD. Menurutnya, kondisi cuaca panas saat ini menjadi momentum yang tepat untuk membersihkan lingkungan rumah, terutama setelah beberapa wilayah sebelumnya terdampak banjir akibat tingginya curah hujan.

Ia menjelaskan bahwa penularan DBD yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya. Oleh karena itu, upaya menjaga kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam pencegahan penyakit tersebut.

Boy Yandra mengakui bahwa DBD masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangka dengan tingkat penyebaran yang cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 384 kasus DBD, sementara pada Januari 2026 telah ditemukan 20 kasus.

Kasus-kasus tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Sungailiat, Belinyu, dan Riau Silip. Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat, disertai pelaksanaan fogging sebagai upaya pengendalian populasi nyamuk dewasa penyebab DBD.

Sebagai Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bangka Belitung, Boy Yandra optimistis jumlah kasus DBD pada 2026 dapat ditekan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya apabila masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pasalnya, jentik nyamuk Aedes aegypti mudah berkembang biak di lingkungan kotor dan genangan air.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera membawa anggota keluarga ke puskesmas terdekat apabila mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan muntah, agar dapat segera memperoleh penanganan medis.

Selain itu, tim kesehatan akan melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengidentifikasi sumber dan faktor penyebab penularan penyakit di lingkungan pasien guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

Reporter: Sutomo
Back to top