Dinakerperindag Bangka Sebut Harga 13 Potong Ayam Ras Stabil, Termurah Usus Rp3.000 per Kilogram

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Rabu, 04 November 2026 | 18:15:31 WIB
Kepala Dinakerperindag Kabupaten Bangka merinci harga eceran sejumlah bagian ayam ras di pasar tradisional.

SUNGAILIAT — Kepala Dinakerperindag Kabupaten Bangka Ismir Rachmaddinianto merinci harga eceran sejumlah bagian ayam ras di tingkat pedagang pasar tradisional. Ayam bulat dijual Rp33.000 per kilogram, sedangkan ayam bulat tanpa kaki, kepala, dan jeroan dipasarkan Rp40.000 per kilogram.

Potongan dada ayam dan sayap masing-masing Rp40.000 per kilogram. Fillet ayam menempati posisi termahal dengan Rp55.000 per kilogram, sementara paha ayam berkaki dijual Rp35.000 per kilogram.

Usus Ayam Jadi Potongan Termurah Rp3.000 per Kilogram

Bagian jeroan dan kaki ayam dibanderol jauh lebih murah. Usus ayam hanya Rp3.000 per kilogram, kepala ayam Rp8.000 per kilogram, lalu hati dan ampela serta kulit ayam masing-masing Rp20.000 per kilogram.

Ceker ayam dijual Rp25.000 per kilogram. Rentang harga terendah hingga tertinggi di lapak pedagang pasar tradisional tercatat Rp3.000 sampai Rp55.000 per kilogram.

"Berdasarkan data harga eceran bagian ayam ras di tingkat pedagang di pasar tradisional, Selasa (3/11) masih stabil kisaran harga terendah Rp3.000 per kilogram dan harga tertinggi bagian ayam dijual Rp55.000 per kilogram," kata Ismir di Sungailiat, Rabu.

Harga Bisa Berubah Ikut Permintaan Pasar dan Volume Pasokan

Ismir menegaskan patokan harga bagian ayam ras tidak berlaku permanen. Perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu mengikuti permintaan pasar, volume pasokan, dan kebijakan perusahaan pemasok.

"Harga bagian tubuh ayam ras itu, dapat berubah kapan saja sesuai dengan pemintaan pasar dan volume pasokan dan perusahaan," ujarnya.

Menurut dia, kebutuhan daging ayam ras di Kabupaten Bangka terbilang tinggi. Kondisi itu berbeda dengan telur ayam ras yang saat ini mengalami surplus.

Pasokan Harian Diperkirakan Minimal Lima Ton

Dinakerperindag Kabupaten Bangka belum memegang data riil kebutuhan daging ayam. Sebab, sejumlah pedagang punya tempat pemotongan hewan sekaligus lapak penjualan eceran langsung, sehingga penelusuran volume konsumsi belum tuntas.

Pasokan daging ayam ras ke Kabupaten Bangka dikirim perusahaan melalui mitra pemasok. Jumlah mitra pemasok itu lebih dari lima orang.

"Kalau satu orang memasok satu ton ayam per hari, dapat disimpulkan minimal daging ayam yang dipasok ke pasar mencapai lima ton per hari," kata Ismir.

Dinakerperindag akan terus memantau harga eceran di lapak pedagang pasar tradisional. Pemantauan itu jadi dasar penilaian apakah harga bagian ayam ras masih wajar bagi warga Kabupaten Bangka.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top