PURWOREJO — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office Kutoarjo terus mendorong pemanfaatan layanan transaksi digital di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu caranya lewat penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI yang memberi kemudahan pembayaran bagi pelaku usaha maupun pelanggan.
Manfaat layanan itu dirasakan Ibu Lili, pemilik Depot Yamie Ayam Anugerah yang berlokasi di Jalan Senepo Tengah No. 51, Kutoarjo, Purworejo. Sejak Februari 2026, ia memanfaatkan QRIS BRI sebagai metode pembayaran digital untuk mendukung kelancaran operasional usahanya.
Dengan menyediakan kode QR yang dapat dipindai pelanggan melalui aplikasi pembayaran digital atau mobile banking, Ibu Lili dapat melayani transaksi tanpa uang tunai. Proses pembayaran jadi lebih praktis, cepat, dan mudah.
Layanan ini juga membantu mengurangi kebutuhan uang kembalian serta mempermudah pemantauan transaksi yang masuk. Bagi pemilik warung dan depot makanan, dua hal itu kerap jadi persoalan sehari-hari.
Ibu Lili mengaku memilih QRIS BRI karena alasan kepraktisan. Pelanggan tak harus selalu membawa uang tunai, sementara ia tidak perlu menyiapkan uang kembalian dalam jumlah banyak.
"Saya pakai QRIS BRI karena lebih praktis dan memudahkan pelanggan saat bayar. Jadi, pelanggan nggak harus selalu pakai uang tunai, dan saya juga nggak repot menyiapkan uang kembalian. Saya juga merasa lebih mudah mengecek uang yang masuk, jadi lebih nyaman saat menjalankan usaha," ujar Ibu Lili.
Kemudahan mengecek uang masuk disebut Ibu Lili membuatnya lebih nyaman menjalankan usaha. Catatan transaksi yang tersimpan digital memudahkan pemilik usaha memantau arus kas harian.
Langkah BRI Branch Office Kutoarjo menyasar pelaku usaha mikro seperti depot makanan ini sejalan dengan dorongan perluasan akseptasi pembayaran digital di sektor UMKM. QRIS memungkinkan satu kode dipakai untuk berbagai aplikasi pembayaran, sehingga pedagang tidak perlu menyediakan banyak kanal pembayaran.