Harga BBM Pertamina 28 Oktober 2026: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950 per Liter

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:54:01 WIB
Harga Pertalite tercatat Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp15.950 per liter di wilayah Pulau Jawa per 28 Oktober 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Harga BBM Pertamina per 28 Oktober 2026 masih mengacu pada penyesuaian 2 September 2026, dengan Pertalite Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp15.950 per liter di wilayah Pulau Jawa. Tarif yang sama berlaku untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Di luar Jawa, harga Pertamax bergerak antara Rp15.150 hingga Rp16.650 per liter tergantung wilayah distribusi.

Wilayah FTZ Batam mencatat harga Pertamax paling rendah secara nasional, yakni Rp15.150 per liter. Sementara itu, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara menjadi wilayah dengan Pertamax termahal di angka Rp16.650 per liter.

Harga Pertalite dan Pertamax di Pulau Jawa

Enam wilayah di Pulau Jawa memakai patokan harga yang seragam. Rincian lengkapnya sebagai berikut:

  • Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
  • Pertamax: Rp15.950 per liter
  • Pertamax Pertashop: Rp15.850 per liter
  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
  • Dexlite: Rp23.700 per liter
  • Biosolar Subsidi: Rp6.800 per liter

Bali, NTB, dan NTT Ikut Patokan Jawa

Harga di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur mengikuti angka Pulau Jawa untuk sebagian besar produk. Pertamax Turbo dipasarkan Rp19.600 per liter, Pertamax Rp15.950 per liter, dan Pertalite Rp10.000 per liter.

Ada catatan khusus untuk NTT. Wilayah itu memiliki Biosolar Non-Subsidi seharga Rp23.600 per liter, komponen yang tidak muncul di daftar provinsi lain.

Sumatera: Pertamax Rp16.300, FTZ Sabang Lebih Murah

Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung memakai harga Pertamax Rp16.300 per liter. Pertamax Turbo di wilayah tersebut Rp20.000 per liter dan Dexlite Rp24.200 per liter.

FTZ Sabang berbeda. Pertamax di kawasan bebas itu hanya Rp14.950 per liter, Pertamax Pertashop Rp14.850 per liter, dan Dexlite Rp22.150 per liter. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter.

Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau berada satu tingkat lebih tinggi: Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp20.450 per liter, dan Dexlite Rp24.750 per liter.

FTZ Batam Jadi Wilayah Termurah untuk Pertamax Turbo

Kawasan FTZ Batam menawarkan Pertamax Turbo Rp18.550 per liter, terendah dibanding wilayah mana pun dalam daftar. Pertamax di Batam Rp15.150 per liter, Pertamax Pertashop Rp15.050 per liter, dan Dexlite Rp22.500 per liter.

Harga Biosolar Subsidi di seluruh wilayah yang tercantum tetap Rp6.800 per liter, tanpa pengecualian.

Kalimantan dan Sulawesi Seragam Rp16.300

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan seluruh Sulawesi memakai harga Pertamax Rp16.300 per liter. Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Pertamina Dex Rp25.750 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter.

Kalimantan Utara kembali berbeda dengan Pertamax Rp16.650 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.450 per liter, mengikuti pola wilayah timur yang lebih tinggi.

Maluku, Papua, dan Papua Barat

Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat menjual Pertamax Rp16.300 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter. Sebagian wilayah di Papua tidak mencantumkan Pertamax Turbo dalam daftar, hanya Pertamax, Pertamax Pertashop, Pertalite, Dexlite, dan Biosolar Subsidi.

Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah juga tidak memiliki Pertamina Dex dalam daftar harga. Produk yang tersedia hanya Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamax Pertashop Rp16.200 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Dexlite Rp24.200 per liter, dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.

Mengapa Harga Bisa Berbeda Antarwilayah

Selisih tarif antarprovinsi mengikuti biaya distribusi dan lokasi penyaluran. Wilayah kepulauan dan daerah terpencil umumnya menanggung ongkos logistik lebih besar, sehingga harga jual Pertamax dan Dexlite lebih tinggi dibanding Jawa.

Kawasan FTZ seperti Sabang dan Batam mendapat perlakuan fiskal tersendiri, sehingga harga produk non-subsidi di sana lebih murah. Pembeli di dua kawasan itu tidak dikenakan pajak yang sama dengan wilayah pabean lainnya.

Daftar harga ini bersifat acuan sebelum pengisian di SPBU. Angka di tingkat pengecer bisa berbeda tipis, terutama untuk Pertashop yang dikelola mitra swasta.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: moladin.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top