KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Toyota Land Cruiser 300 hybrid resmi masuk daftar harga Toyota-Astra Motor dengan banderol Rp 2,716 miliar untuk VX-R Hybrid Type dan Rp 2,816 miliar untuk GR-S Hybrid EV, OTR Jakarta per 21 Oktober 2026. Sementara unit bekas tahun 2023–2025 dijual Rp 1,93–2,475 miliar di marketplace, selisih yang membuat hitungan beli baru versus bekas jadi pertimbangan serius di kelas SUV ladder frame premium ini.
Daftar harga resmi Toyota-Astra Motor menempatkan Land Cruiser 300 VX-R 4x4 A/T sebagai titik masuk di Rp 2.636.000.000, lalu naik ke GR-S 4x4 A/T Hybrid EV di Rp 2.822.000.000 — semuanya OTR Jakarta. Angka ini berlaku per 21 Oktober 2026, dan harga jual akhir tetap ditentukan masing-masing outlet.
Yang menarik, versi hybrid bukan sekadar tambahan varian di brosur. Toyota memperkenalkan New Land Cruiser Hybrid EV bersama Land Cruiser FJ di GIIAS 2026, Rabu (29/7/2026), di ICE BSD, Tangerang. Kini keduanya sudah tercantum resmi di daftar harga, bukan lagi status konsep.
Dari perbandingan daftar harga, VX-R Hybrid Type lebih mahal Rp 80 juta dibanding 300 VX-R 4x4 A/T biasa. Sementara GR-S 4x4 A/T Hybrid EV menempel Rp 100 juta di atas GR-S 4x4 A/T non-hybrid.
Pilihan Premium Color menambah Rp 6 juta di semua varian. Untuk pembeli yang mempertimbangkan hybrid, artinya premi yang dibayar berada di kisaran Rp 80–100 juta — bukan angka kecil, tapi juga bukan yang terbesar di segmen ini.
Mengacu halaman spesifikasi resmi Toyota-Astra Motor, dua varian hybrid ini tidak hanya beda harga. Perbedaan utamanya ada pada dimensi, konfigurasi kunci diferensial, dan sistem stabilitas suspensi.
Bagi pemakai yang serius menjajal medan berat, kunci diferensial depan-belakang di GR-S jelas nilai tambah fungsional. Tapi kalau pemakaian dominan jalan raya dan tol, selisih Rp 100 juta itu sulit dibenarkan hanya demi kemampuan off-road yang jarang dipakai.
Data iklan aktif di marketplace online per 26 Oktober 2026 menunjukkan unit Land Cruiser 300 tahun 2023–2025 dijual di rentang Rp 1,93 miliar hingga Rp 2,475 miliar. Harga tengahnya sekitar Rp 2,025 miliar untuk tahun 2023, Rp 2,25 miliar untuk 2024, dan Rp 2,35 miliar untuk 2025.
Menariknya, varian VX-R dan GR-S bekas dihargai hampir sama di pasar. Ini berbeda dari harga barunya yang terpaut Rp 100 juta, dan jadi sinyal bahwa pembeli bekas lebih melihat tahun dan kondisi ketimbang badge varian.
Dengan hitungan sendiri terhadap harga baru VX-R Rp 2.636 juta, selisih harga tengah bekas adalah sekitar Rp 611 juta (23,2 persen) untuk unit 2023, Rp 386 juta (14,6 persen) untuk 2024, dan Rp 263 juta (10,0 persen) untuk 2025. Angka ini gambaran kasar, bukan penyusutan sejak dibeli, karena harga baru tiap tahun pembelian tidak sama.
Generasi sebelumnya juga masih ramai di marketplace. Untuk tahun 2007–2014, kisaran harganya Rp 0,799 miliar sampai Rp 1,25 miliar. Sementara unit 2018–2019 berada di Rp 1,6 miliar sampai Rp 1,75 miliar.
Jarak harga antara LC 200 termuda dan LC 300 bekas tertua ternyata tidak terlalu lebar. Calon pembeli yang mengincar LC 200 2019 di Rp 1,75 miliar sebaiknya membandingkan langsung dengan LC 300 2023 di sekitar Rp 2,025 miliar sebelum memutuskan.
Selisih tipis antara LC 300 bekas 2025 dan harga baru — hanya sekitar Rp 263 juta — membuat pembelian baru masih masuk akal, apalagi untuk unit yang ingin garansi penuh. Sebaliknya, unit bekas 2023 dengan selisih Rp 611 juta lebih menarik secara nominal, tapi risiko kondisi dan riwayat servis ikut naik.
Harga bekas bisa berbeda mengikuti jarak tempuh, kondisi, kelengkapan dokumen, dan lokasi unit. Verifikasi langsung ke penjual dan dealer resmi Toyota tetap langkah wajib sebelum uang puluhan juta sampai miliaran rupiah berpindah tangan.