KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — XPeng X9 bekas tahun 2025 kini dijual Rp 995 juta sampai Rp 1.085 juta per Oktober 2026, hanya turun sekitar 6 persen dari harga peluncurannya. MPV listrik tujuh kursi ini bersaing di segmen premium bersama Toyota Alphard dan Denza D9, bukan di kelas keluarga arus utama seperti BYD M6.
Penurunan harga yang tipis itu bukan karena pasar bekas XPeng X9 sedang kuat. Sebaliknya, harga unit baru New X9 sudah naik ke Rp 1.140 juta untuk varian termurah, sehingga selisih antara bekas dan baru justru melebar ke angka Rp 115 juta. Pembeli yang tidak jeli bisa membayar terlalu mahal untuk unit generasi lama.
Dealer resmi XPeng Indonesia menjual New X9 dalam tiga varian, dengan patokan harga OTR Jakarta. Di luar Jakarta, angka bisa berbeda tergantung pajak daerah dan kebijakan distributor.
Angka itu bergeser cukup jauh dari saat X9 pertama diperkenalkan pada Juni 2025. Ketika itu, unit impor utuh (CBU) dari China ditawarkan Rp 990 juta sampai Rp 1.099 juta, sebelum perakitan lokal berjalan.
Unit bekas yang beredar hampir semuanya keluaran 2025, dengan odometer sekitar 7.500 sampai 17.500 kilometer. Rentang harga berdasarkan iklan aktif per Oktober 2026:
Harga tengahnya berada di sekitar Rp 1.025 juta. Dibanding harga peluncuran Juni 2025 — Rp 1.059 juta untuk Long Range Pro dan Rp 1.099 juta untuk Long Range Pro Plus — penurunannya hanya sekitar 6 persen dan 4,5 persen.
Hitungan berubah kalau dibandingkan dengan New X9 varian setara. Selisihnya melebar jadi 18,4 persen dan 16,6 persen. Artinya, sebagian besar "diskon" yang dinikmati pembeli bekas sebenarnya berasal dari kenaikan harga unit baru, bukan dari depresiasi unit itu sendiri.
XPeng Indonesia hanya memasarkan dua model: MPV X9 dan SUV G6. Harga tengah X9 bekas Rp 1.025 juta berada sekitar Rp 115 juta di bawah New X9 termurah, tapi masih jauh di atas G6 Pro baru.
Di pasar yang lebih luas, X9 bukan pesaing BYD M6 yang dibanderol Rp 395 juta sampai Rp 445 juta. Harganya lebih dari dua kali lipat. Lawan sebenarnya adalah MPV mewah bermesin konvensional seperti Toyota Alphard, atau sesama MPV listrik premium seperti Denza D9.
Data berikut mengacu pada New X9 versi situs resmi XPeng Indonesia. Pabrikan mengklaim pengisian baterai dari 10 ke 80 persen hanya butuh 12 menit pada daya tertinggi.
Unit bekas 2025 mayoritas berasal dari generasi sebelum penyegaran. Cocokkan angka di brosur atau dokumen unit dengan spesifikasi di atas, jangan asumsikan semuanya identik dengan New X9.
Selisih harga bekas dan baru yang tipis membuat perhitungan ulang jadi wajib. Beberapa hal ini layak dicek lebih dulu.
X9 menyasar keluarga besar yang rutin bepergian berlima sampai bertujuh, atau pemakai eksekutif yang ingin duduk di belakang dengan layar hiburan dan kursi zero gravity. Pemakaian paling masuk akal bila ada tempat mengisi daya di rumah atau kantor, karena mobil sebesar ini lebih nyaman dicas rutin ketimbang bergantung pada SPKLU umum.
Bagi yang tidak punya akses pengisian pribadi, biaya energi listrik yang lebih rendah dibanding MPV bensin sekelasnya tidak akan terasa maksimal. Itu catatan penting yang jarang disebut di iklan.