BI Dorong Transaksi Mata Uang Lokal di Forum IMF-World Bank Bangkok

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 08:23:31 WIB
Gubernur BI Destry Damayanti mendorong perluasan Local Currency Transaction dalam forum FMCBG G20 di sela Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Bangkok.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bank Indonesia memperluas penggunaan Local Currency Transaction dalam transaksi perdagangan dan investasi lintas negara pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bangkok, Thailand, 12-18 Oktober 2026. Langkah tersebut ditempuh untuk menekan ketergantungan pada dolar Amerika Serikat sekaligus meredam paparan risiko fluktuasi nilai tukar global.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan dorongan perluasan mata uang lokal itu dalam forum Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (FMCBG) yang digelar di sela pertemuan tahunan lembaga keuangan multilateral tersebut. Menurut Destry, kerja sama internasional lewat penggunaan mata uang lokal perlu diperkuat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut.

Skema Local Currency Transaction memungkinkan pelaku usaha di dua negara bertransaksi langsung memakai mata uang masing-masing, tanpa harus mengonversi ke dolar AS lebih dulu. Bagi eksportir dan importir, jalur ini memangkas biaya konversi berlapis dan mengurangi kerugian akibat pergerakan kurs yang sulit diprediksi.

Mengapa Dolar AS Jadi Sumber Kerentanan

Ketergantungan pada mata uang negara ketiga membuat transaksi perdagangan dan investasi kawasan rentan ketika dolar menguat tajam. Nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, biasanya ikut tertekan saat terjadi gejolak di pasar keuangan global.

Destry menilai perluasan transaksi mata uang lokal dapat memperkuat ketahanan ekonomi kawasan menghadapi berbagai tekanan eksternal. Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan International Monetary Fund dan World Bank yang berlangsung di Bangkok.

Bangkok Jadi Panggung Diplomasi Keuangan

Forum FMCBG G20 pada 12-18 Oktober 2026 mempertemukan menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara ekonomi utama. Agenda ini menjadi kesempatan bagi bank sentral untuk menyelaraskan langkah menghadapi tekanan nilai tukar dan arus modal.

Pertemuan tahunan IMF-World Bank sendiri merupakan forum reguler tempat otoritas fiskal dan moneter membahas risiko ekonomi global. Bagi Indonesia, forum ini dipakai untuk menggalang dukungan atas inisiatif diversifikasi mata uang dalam pembayaran internasional.

Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha

Perluasan mata uang lokal menyasar transaksi perdagangan barang dan jasa serta investasi antarnegara mitra. Pelaku usaha yang selama ini menanggung biaya lindung nilai (hedging) terhadap dolar berpotensi mendapat alternatif pembayaran yang lebih murah.

Bagi investor, inisiatif ini sejalan dengan upaya mengurangi permintaan dolar di pasar domestik yang kerap menekan rupiah. Namun dampaknya bergantung pada seberapa banyak mitra dagang yang benar-benar memakai jalur transaksi ini dalam praktik.

Bank Indonesia belum memerinci daftar negara mitra yang akan memperluas penggunaan mata uang lokal dalam pertemuan tersebut. Rincian cakupan dan target volume transaksi belum disebutkan dalam pernyataan Gubernur BI.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top