BPDP dan Bea Cukai Kenalkan Sawit Berkelanjutan ke Pelajar SMA-SMK di Belitung, Beasiswa 2026 Naik jadi 5.000 Penerima

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 08:18:01 WIB
Pelajar SMA Negeri 2 Tanjung Pandan menyimak materi "Kenal dan Lebih Dekat dengan Perkebunan dan BPDP" dalam sosialisasi yang digelar BPDP, Selasa (14/10/2026).

TANJUNG PANDAN — Sosialisasi menyasar pelajar SMA, SMK, dan SLB di wilayah Tanjung Pandan dan Manggar. Rangkaian kegiatan digelar di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan pada 14 Oktober 2026, lalu berlanjut ke SMA Negeri 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur, sehari berikutnya.

BPDP menghadirkan Taufiqurrokhman, Staf Divisi Komunikasi dan Layanan Informasi BPDP, sebagai narasumber. Materi yang dibawakan bertajuk "Kenal dan Lebih Dekat dengan Perkebunan dan BPDP".

Dari Produk Harian sampai Energi Terbarukan

Peserta diperkenalkan pada produk berbasis komoditas perkebunan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari produk pangan, kebutuhan rumah tangga, hingga energi terbarukan.

Dalam pemaparan itu, para pelajar juga mendapat gambaran soal peran strategis kelapa sawit, kakao, dan kelapa bagi perekonomian. Ketiga komoditas disebut memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Taufiqurrokhman menjelaskan bahwa BPDP adalah badan di bawah Kementerian Keuangan dengan mandat mengelola dana perkebunan. "BPDP merupakan badan di bawah Kementerian Keuangan yang memiliki mandat mengelola dana perkebunan untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan nasional," ujarnya.

Program PSR di Bangka Belitung Jangkau 1.531 Pekebun

Salah satu materi yang menarik perhatian adalah Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program ini membantu pekebun rakyat mengganti tanaman tua atau tidak produktif dengan benih unggul bersertifikat.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dukungan PSR selama 2016–2026 telah menjangkau 1.531 pekebun. Luas lahan yang tercakup sekitar 2.337 hektare, dengan nilai penyaluran dana mencapai Rp65,9 miliar.

Angka itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat produktivitas perkebunan rakyat. Harapannya, kesejahteraan pekebun ikut meningkat secara berkelanjutan.

Beasiswa SDM Perkebunan Terbuka untuk Lintas Disiplin

BPDP juga menyoroti peluang pendidikan lewat Program Pengembangan SDM Perkebunan, khususnya Beasiswa SDM Perkebunan. Sektor ini membutuhkan tenaga profesional dari berbagai bidang, tidak hanya pertanian.

Peluang karier terbuka bagi lulusan teknik mesin, teknologi informasi, akuntansi, agribisnis, teknologi pengolahan hasil pertanian, hingga manajemen dan kewirausahaan. Informasi itu disampaikan agar pelajar bisa menyiapkan diri sejak awal.

Pada periode 2023–2025, sebanyak 127 mahasiswa asal Kepulauan Bangka Belitung tercatat menerima Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit. Untuk 2026, kuota nasional naik dari 4.000 menjadi 5.000 mahasiswa.

Dorong Inovasi dan Produk Hilir

Peserta juga dikenalkan pada pentingnya penelitian, inovasi, dan pengembangan produk hilir perkebunan. BPDP mendukung penelitian dan promosi agar hasil perkebunan menjadi produk bernilai tambah.

Dukungan itu diarahkan untuk menumbuhkan kreativitas dan kewirausahaan generasi muda. Lewat kolaborasi antar lembaga di lingkungan Kementerian Keuangan, jangkauan edukasi publik kepada pelajar diperluas.

Para peserta diharapkan tidak hanya memahami manfaat komoditas perkebunan. Mereka juga diajak memahami pentingnya pengelolaan sumber daya yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: bpdp.or.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top