Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 Jadi Rp 2,572 Juta per Gram

Penulis: Hendrizal Satria  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:54:01 WIB
Harga jual emas batangan Antam tercatat naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.572.000 per gram.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Harga jual emas batangan Antam menembus Rp 2.572.000 per gram, naik Rp 7.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.565.000 per gram. Kenaikan berlanjut seiring penguatan harga emas global yang masih menjadi aset lindung nilai favorit investor. Bagi pemegang emas fisik, harga buyback juga ikut menanjak ke Rp 2.387.000 per gram.

Laman resmi Logam Mulia menayangkan pembaruan harga emas Antam pada Sabtu, dengan posisi jual di Rp 2.572.000 per gram. Angka buyback atau harga beli kembali berada di Rp 2.387.000 per gram, mencerminkan selisih spread yang wajar antara harga jual dan beli.

Pergerakan harga emas batangan Antam bersifat fluktuatif dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global. Pembeli disarankan memantau pembaruan harga harian sebelum bertransaksi.

Rincian Harga Emas Antam per Pecahan

Harga dasar emas Antam berbeda untuk tiap ukuran pecahan. Berikut daftar lengkapnya:

  • 0,5 gram: Rp 1.336.000
  • 1 gram: Rp 2.572.000
  • 2 gram: Rp 5.084.000
  • 3 gram: Rp 7.601.000
  • 5 gram: Rp 12.635.000
  • 10 gram: Rp 25.215.000
  • 25 gram: Rp 62.912.000
  • 50 gram: Rp 125.745.000
  • 100 gram: Rp 251.412.000
  • 250 gram: Rp 628.265.000
  • 500 gram: Rp 1.256.320.000
  • 1.000 gram: Rp 2.512.600.000

Pajak yang Melekat pada Transaksi Emas

Setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi saat pelaksanaan buyback.

Untuk pembelian emas Antam, berlaku PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi Logam Mulia. Ketentuan pajak ini penting diperhitungkan investor agar tidak keliru menghitung imbal hasil bersih.

Apa Artinya bagi Investor Emas

Kenaikan Rp 7.000 per gram menandakan permintaan emas fisik masih terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Emas batangan tetap menjadi pilihan populer sebagai instrumen lindung nilai, terutama bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolio dari aset berisiko seperti saham.

Pergerakan harga emas Antam umumnya mengikuti tren harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah cenderung mendorong harga emas domestik lebih tinggi, karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar di pasar internasional.

Bagi calon pembeli, selisih antara harga jual dan buyback perlu diperhatikan karena memengaruhi potensi keuntungan saat mencairkan emas kembali. Semakin besar spread, semakin besar kenaikan harga yang dibutuhkan agar investor mencapai titik impas.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top