MENTOK — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat menata ulang sejumlah koleksi naskah kuno di galeri Perpusda agar pengunjung lebih mudah menelusuri informasi yang dicari. Penataan ini menyusul kunjungan ratusan mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Babel yang datang mempelajari jejak sejarah Melayu dan Islam di Bangka Belitung.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangka Barat Farouk Yohansyah menyatakan minat pengunjung terhadap tata pamer manuskrip cukup tinggi. "Kehadiran tata pamer naskah kuno/manuskrip ini cukup diminati para pengunjung, bahkan kemarin ratusan mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Babel berkunjung untuk mempelajari jejak sejarah Melayu dan Islam di Babel dari naskah kuno yang kita pajang di galeri perpustakaan daerah," kata Farouk di Mentok.
Farouk menjelaskan, naskah kuno adalah semua dokumen tertulis hasil karya tangan yang berusia sekurang-kurangnya 50 tahun. Dokumen tersebut tidak dicetak atau digandakan, dan dinilai memiliki arti penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, serta kebudayaan nasional.
Koleksi manuskrip milik Perpusda Bangka Barat saat ini tersimpan di gedung perpustakaan daerah. Sebagian besar diperoleh melalui sosialisasi dan pengumpulan yang dilakukan di sejumlah wilayah kabupaten.
"Naskah kuno miliki kita yang tersimpan di gedung perpustakaan ini, kita dapatkan dari hasil sosialisasi dan pengumpulan yang dilakukan di Bangka Barat. Alhamdulillah, ternyata ada beberapa masyarakat yang masih menyimpan naskah kuno tersebut," ujarnya.
Menurut Farouk, masih ada warga yang sadar dan sukarela menitipkan naskah kuno miliknya ke perpustakaan untuk dijaga. Langkah ini dinilai lebih aman dibandingkan menyimpan manuskrip di rumah masing-masing.
"Kita berupaya mengumpulkan, karena jika naskah kuno itu berada di tangan masyarakat dikhawatirkan nantinya kurang terawat," katanya.
Perpusda Bangka Barat kini menjalin komunikasi dengan Perpustakaan Nasional agar berkenan melakukan alih media terhadap naskah kuno yang ada. Alih media diharapkan membuat manuskrip tetap terawat sebagai bukti sejarah yang otentik.
Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Babel Subri menyebut kunjungan ke galeri naskah kuno dan arsip sejarah di Bangka Barat merupakan tindak lanjut kerja sama bidang pendidikan literasi dan sejarah yang telah terjalin sebelumnya.
"Para mahasiswa tersebut datang dalam rangka pembelajaran eksplorasi sumber sejarah dan budaya otentik menuju publikasi ilmiah mahasiswa yang unggul," kata Subri.
Ratusan mahasiswa mengikuti pemaparan petugas dan melihat langsung naskah kuno yang terdapat di galeri Perpusda Bangka Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat sumber rujukan ilmiah berbasis warisan budaya lokal.