PANGKALPINANG — Pergerakan Solana memasuki Oktober bertumpu pada kombinasi momentum teknikal dan ekspektasi peningkatan fundamental jaringan. Data pasar yang dirangkum FLOQ menunjukkan kapitalisasi pasar SOL berada di kisaran US$71,3 miliar dengan volume perdagangan 24 jam sekitar US$1,7 miliar. Dalam sehari, harganya naik sekitar 1,6 persen.
Kinerja dua bulan sebelumnya menjadi pijakan. SOL menguat sekitar 41,5 persen pada Agustus, lalu kembali naik 14,6 persen pada September. Pada akhir September, harga sempat melampaui US$124 sebelum tertekan kembali ke rentang US$117–119.
Area US$124–125 sudah beberapa kali diuji, tetapi SOL belum mampu mempertahankan breakout secara berkelanjutan. Level ini menjadi penanda apakah tren pemulihan bisa berlanjut atau justru berbalik arah.
Jika SOL menembus area tersebut dan menjadikannya support baru, peluang kenaikan menuju US$130 hingga US$148 terbuka secara teknikal. Sebaliknya, kegagalan menjaga momentum dapat membuat harga kembali menguji support di sekitar US$117.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai arah SOL bulan ini bergantung pada kemampuan pasar mempertahankan momentum sekaligus merespons perkembangan fundamental jaringan.
"Solana memasuki Oktober dengan momentum yang cukup menarik setelah mencatat kenaikan dalam dua bulan sebelumnya. Secara teknikal, area US$124–125 menjadi level penting karena breakout yang disertai volume dan mampu bertahan di atas area tersebut dapat memperkuat momentum bullish. Namun, investor tetap perlu melihatnya secara seimbang karena support di sekitar US$117 juga menjadi level penting untuk menjaga struktur pemulihan," kata Yudho.
Perkembangan teknologi jaringan menjadi faktor lain yang dipantau pelaku pasar. Upgrade Alpenglow dirancang menggantikan sistem konsensus TowerBFT dengan target penurunan waktu finalitas dari sekitar 12,8 detik menjadi sekitar 150 milidetik.
Yudho menyebut peningkatan finalitas dan efisiensi jaringan berpotensi memperkuat daya saing Solana untuk berbagai use case. Meski begitu, ia mengingatkan dampaknya terhadap harga tidak bersifat otomatis.
"Dari sisi fundamental, Alpenglow menjadi salah satu perkembangan yang menarik untuk diperhatikan karena peningkatan finalitas dan efisiensi jaringan dapat memperkuat daya saing Solana untuk berbagai use case. Meski demikian, dampaknya terhadap harga SOL tidak bersifat otomatis. Pasar tetap akan melihat implementasi di mainnet, pertumbuhan aktivitas jaringan, arus modal, serta kondisi makro secara keseluruhan," tambah Yudho.
Implementasi Alpenglow di mainnet, pertumbuhan aktivitas jaringan, dan arus modal masuk menjadi tiga indikator yang akan menentukan apakah penguatan SOL berlanjut. Kondisi makro global juga tetap berpengaruh terhadap sentimen aset kripto secara keseluruhan.
Bagi investor, rentang US$117 hingga US$125 menjadi zona yang layak diperhatikan. Bertahan di atas US$125 membuka ruang kenaikan lebih jauh, sementara kehilangan US$117 berpotensi memperpanjang koreksi.