Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendirikan dapur umum lapangan dan tenda pengungsian di halaman SDN 7 Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, untuk membantu ribuan warga korban kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2. Pendataan sementara hingga Minggu pagi mencatat sekitar 500 unit rumah terbakar dengan 500 kepala keluarga dan 2.000 jiwa terdampak. Sebagian besar korban memilih mengungsi ke rumah kerabat, sementara sekitar 60 orang menempati ruang kelas sekolah.
PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kabupaten Bangka Selatan, yang terdampak kebakaran pada Sabtu (10/10) malam. Dapur umum lapangan dan tenda pengungsian didirikan di halaman SDN 7 Simpang Rimba, lokasi yang dijadikan titik penanganan darurat.
Plt Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Agus Afandi menyatakan pendirian dapur umum dilakukan bersama Dinas Sosial Kepulauan Babel. "Saat ini kita bersama Dinas Sosial Kepulauan Babel membangun dapur umum dan tenda pengungsian di halaman SDN 7 Simpang Rimba," kata Agus di Dusun Serdang, Minggu.
Hasil pendataan sementara pada pukul 07.00 WIB, Minggu (11/10), mencatat lebih kurang 500 unit rumah terdampak dengan jumlah kepala keluarga mencapai 500 KK. Total korban diperkirakan 2.000 jiwa.
Luas lahan yang terbakar belum bisa dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung. "Tidak ada korban jiwa dan data ini masih dapat berubah, sementara untuk fasilitas umum yang terdampak masih dalam pendataan," ujar Agus.
Data tersebut belum final. Petugas di lapangan masih terus memperbarui jumlah rumah maupun fasilitas umum yang terdampak.
Lokasi pengungsian utama berada di SDN 7 Simpang Rimba. Namun, jumlah pengungsi yang menempati ruang kelas tidak banyak karena sebagian besar warga memilih berlindung di rumah kerabat atau sanak saudara yang tidak terdampak.
"Jumlah pengungsi yang berada di dalam kelas tidak banyak, karena sebagian besar warga yang terdampak lebih memilih mengungsi ke rumah kerabat atau sanak saudara yang tidak terdampak kebakaran," kata Agus.
Hingga Minggu, pengungsi yang mengisi ruang kelas SDN 7 Simpang Rimba tercatat lebih kurang 60 orang. Mereka mendapat layanan dapur umum yang disiapkan pemerintah provinsi.
Penyebab kebakaran di Dusun Serdang masih belum diketahui. Api mulai menyala sekitar pukul 15.10 WIB dan awalnya membakar lahan di dekat lingkungan permukiman penduduk.
Tiupan angin kencang dan kondisi lahan yang kering membuat api cepat merambat ke pemukiman. Material rumah warga yang sebagian besar berdinding papan mempercepat penyebaran api.
"Kebanyakan material rumah penduduk dinding papan. Dilaporkan kebakaran ini sudah menghanguskan lebih kurang 500 rumah, namun data ini belum final," ujarnya.
Pemerintah provinsi bersama BPBD dan Dinas Sosial masih berkoordinasi di lokasi untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi. Dapur umum beroperasi menyediakan makanan bagi warga yang mengungsi maupun yang bertahan di sekitar lokasi.
Warga yang rumahnya hangus sebagian memilih bertahan untuk menjaga barang sisa. Petugas mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi kebakaran susulan mengingat cuaca kering dan angin kencang.
Pendataan jumlah kerugian, fasilitas umum terdampak, dan luas lahan yang terbakar diperkirakan rampung dalam beberapa hari ke depan. Data final akan menjadi dasar penyaluran bantuan lanjutan bagi 500 kepala keluarga korban kebakaran.